nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran Tolak Serahkan Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Jatuh ke Boeing atau AS

Kamis 09 Januari 2020 10:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 09 18 2150954 iran-tolak-serahkan-kotak-hitam-pesawat-ukraina-yang-jatuh-ke-boeing-atau-as-CZvTCQwh4Y.jpg Petugas menyisir di lokasi pesawat Ukraina yang jatuh di Iran. (Foto/Reuters)

TEHERAN – Iran tidak akan menyerahkan kotak hitam (black box) alat perekam penerbangan dari pesawat maskapai Ukraina yang jatuh kepada perusahaan Boeing atau pemerintah Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataan yang diterbitkan kantor berita Mehr, mengutip BBC, Kamis (9/1/2020) Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAO), Ali Abedzadeh mengatakan pihaknya tidak akan memberikan kotak hitam kepada Boeing dan AS.

"Kecelakaan ini akan diinvestigasi oleh organisasi penerbangan Iran, namun pihak Ukraina juga dapat hadir selama penyelidikan insiden ini," tambahnya.

Pesawat Boeing 737-800 itu jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari bandara di Teheran, menewaskan 176 orang.

Iran, menurut aturan penerbangan dunia, berhak memimpin jalannya penyelidikan.

Foto/Reuters

Namun, Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS punya peranan dalam penyelidikan internasional yang melibatkan pesawat buatan Boeing. Namun, badan itu harus bertindak seizin dan seturut hukum negara setempat.

Baca juga: Perang Dunia III Sulit Terjadi, meski Hubungan AS dan Iran Kian Memanas

Baca juga: Parlemen Iran Resmi Cap Pasukan AS sebagai Organisasi Teroris

Sejumlah pakar mengatakan hanya beberapa negara di dunia yang mampu menganalisa isi kotak hitam.

Dari keterangan Abedzadeh, belum jelas negara mana yang akan menganalisa muatan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan.

Boeing mengaku "siap membantu dalam cara apapun yang diperlukan". Adapun Kanada mengatakan telah menawarkan bantuan teknis.

Pesawat maskapai Ukraina International (UIA) dengan nomor penerbangan PS752 dijadwalkan menuju ibu kota Ukraina, Kiev, dari bandar udara Imam Khomeini di Teheran, Iran.

Pada pukul 06.12 waktu setempat, pesawat itu jatuh—beberapa menit setelah lepas landas.

Saat jatuh, pesawat itu mengangkut 176 orang. Sebagian besar penumpang berasal dari Iran dan Kanada.

Kedutaan Besar Ukraina di Teheran awalnya menuding kegagalan mesin sebagai penyebab jatuhnya pesawat. Namun, pernyataan itu belakangan dicabut seraya menyebut bahwa komentar apa pun mengenai penyebab kecelakaan sebelum penyelidikan resmi bukanlah komentar resmi.

Berdasarkan data laman Flightradar24, jarak pandang tergolong baik ketika pesawat jatuh. Para pejabat maskapai mengatakan seluruh awak kabin berpengalaman.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memperingatkan agar jangan "berspekulasi atau mengemukakan teori yang tidak diverifikasi terkait bencana" sampai laporan resmi dirilis.

Media di Iran melaporkan bahwa masalah teknis adalah penyebab dan mengutip pejabat penerbangan yang mengatakan tidak ada tanda-tanda darurat yang diumumkan.

Abedzadeh menegaskan "terorisme" tidak memainkan peranan dalam jatuhnya pesawat, sebagaimana dikutip Mehr.

Di antara para korban, menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Vadym Prystaiko, terdapat 82 warga Iran, 11 warga Ukraina, 10 orang Swedia, empat orang Afghanistan, tiga orang Inggris, dan tiga orang Jerman. Sebanyak 15 korban adalah anak-anak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini