nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Drone Ini Didesain untuk Basmi Hama Pertanian, Ciptaan Mahasiswa UGM

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 18:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 09 65 2151177 drone-pembasmi-hama-ciptaan-mahasiswa-ugm-begini-kecanggihannya-c3ZJSgZj3p.jpg Peneliti FMIPA Ciptakan Drone Pembasmi Hama. (Foto: Okezone.com/Dok. UGM)

JAKARTA - Serangan hama terhadap tanaman merupakan masalah yang sering dihadapi oleh petani di Indonesia. Peneliti FMIPA Universitas Gajah Mada (UGM) membuat alat untuk membasmi hama tersebut.

FMIPA UGM menggunakan pesawat tanpa awak untuk alat pembasmi hama dan penyakit tanaman. Sistem alat yang dibuat mereka ini memakai edrone.

“Sistem pembasmi hama dan tanaman penyakit ini menggunakan edrone yaitu modul flight controller untuk drone yang dibuat secara mandiri dengan kemampuan terbang secara autonomus,” jelas pengembang inovasi ini, Dr. Andi Dharmawan,S.Si., M.Cs. yang dilansir dari situs web UGM pada Kamis (9/1/2020).

Baca Juga: UGM Ciptakan Alat Rontgen Digital Murah Meriah

Andi mengatakan, serangan hama dan penyakit tanaman ini berakibat penurunan hasil pertanian dan perkebunan. Menurunnya hasil dari tanaman ini dapat mengancam ketahanan pangan di Tanah Air.

Berdasarkan informasinya, penanganan serangan hama dan penyakit tanaman tidak bisa dilakukan dengan cepat. Hal ini dikarenakan lahannya cukup luas dan hama tersebar di mana-mana.

Pertanian

Andi bersama tim peneliti lainnya dari Program Studi Elektronika dan Instrumentasi Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA mengembangkan karya ciptaannya untuk mengatasi permasalahan petani ini.

Andi menuturkan, sistem yang dibuat olehnya dikembangkan dengan memakai pesawat tanpa awak (UAV) berjenis fixed wing. UAV ini dilengkapi dengan komponen elektronik seperti motor brushless, motor servo, GPS, telemetri, baterai, dan IMU6 DOF.

Baca Juga: Periode Kedua Jokowi Diharapkan Mampu Ciptakan SDM Unggul

Secara mekanik, alat yang dibuat olehnya dilengkapi dengan propeler 13 inci, maximum take of weight sebesar 4 kg, serta bodi dan sayap dibuat dari hardfoam. Tak hanya itu saja, alat ini terdapat sebuah flight controller yang merupakan metode kendali Linear Quadratic Regulator (LQR).

“Penggunaan flight controller ini diperlukan agar UAV bisa terbang dengan stabil dan menjalankan misi secara otonom,” tutur dosen Prodi Elektronika dan Instrumentasi ini.

UAV memiliki kemampuan untuk membawa pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. Caranya yaitu pestisida disemprotkan ke tanaman yang terserang hama atau sakit.

UAV juga berfungsi sebagai pemetaan penyakit tanaman. Andi bersama Agus Harjoko, Ph.D. membuat sistem teknologi pengenalan penyakit dan hama untuk mengidentifikasi berbagai jenis penyakit tanaman.

UAV akan melakukan pemantauan dan pemetaan pada tempat yang telah ditentukan. Kemudian hasilnya akan diproses menggunakan artificial intelegence (AI) untuk mengidentifikasi wilayah yang terkena hama dan penyakit tanaman.

“Pemetaan dilakukan menggunakan 3 wahana fixed wing dan bisa memetakan hingga 200 hektare,” terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini