nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Italia Bujuk Iran Perkuat Perdamaian di Timur Tengah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 16:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 10 18 2151491 italia-bujuk-iran-perkuat-perdamaian-di-timur-tengah-mjPXADhF9B.jpg Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte. (Foto/Reuters)

TEHERAN – Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte membujuk Iran untuk memerpekuat perdamaian di kawasan Timur Tengah di tengah memburuknya hubungan Iran dengan Amerika Serikat (AS).

Melansir kantor berita IRNA, Jumat (10/1/2020), Conte menghubungi Presiden Iran Hassan Rouhani melalui sambungan telepon. Ia menyampaikan bahwa Italia akan melakukan yang terbaik untuk mengurangi ketegangan antara Iran-AS.

“Italia akan melakukan yang terbaik untuk mengurangi ketegangan dan memperkuat perdamaian dan keamanan di kawasan itu,” kata dia.

Konflik antara Iran-AS meningkat setelah serangan pesawat nirawak AS menewakan Komandan Pasukan Khusus Iran, Qassem Soleimani di Irak.

Iran kemudian membalas kematian Qassem dengan menembakkan rudal ke Pangkalan Militer AS di Irak.

Baca juga: DPR AS Halangi Donald Trump Perang dengan Iran

Baca juga: Inggris Cari Cara agar Iran Patuh Dalam Perjanjian Nuklir

Foto/IRNA

Rouhani menyebut langkah AS membunuh Qassem sebagai tindakan teroris serta mengancam keamanan regional. Ia juga berspekulasi bahwa serangan tersebut karena AS marah terhadap Qassem yang memimpin melawan terorisme dan ISIS di Irak.

"Negara-negara regional marah atas tindakan AS dan kita semua harus berusaha untuk mengecam kesalahan strategis pemerintah AS yang tidak patuh dan harus membuatnya mematuhi hukum," katanya.

Ia mendesak Uni Eropa (UE) untuk mengambil sikap independen pada isu-isu regional.

Rouhani menuturkan bahwa pembentukan pasukan keamanan di kawasan itu bisa terbentuk jika semua pihak menghormati hukum dan berusaha mencegah terulangnya insiden serupa di seluruh dunia.

Presiden Rouhani juga mendesak Inggris untuk mengecam pembunuhan Qassem Soleimani. Hal itu diutarakannya setelah menghubungi Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson melalui sambungan telepon.

"Tanpa upaya Soleimani yang memimpin pasukan di Suriah dan Irak melawan IS (dahulu ISIS), Anda tidak akan memiliki perdamaian dan keamanan di London hari ini," kata Rouhani kepada Johnson yang dikutip oleh Wakil Presiden Alireza Moezi, mengutip AP.

Pihak Downing Street pun mengonfirmasi panggilan telepon itu dan mengatakan Johnson menyerukan diakhirinya permusuhan di Teluk. Dikatakan bahwa Inggris mendukung perjanjian nuklir 2015 dan mendesak Iran untuk kembali mematuhi perjanjian itu secara penuh.

Namun Rouhani menekankan bahwa UE memikul tanggung jawab yang berat untuk isu-isu global dan harus mengadopsi sikap yang independen dalam menyikapi serangan AS dan bekerja untuk perdamaian regional dan global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini