nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prototipe Robot Pencari Korban Bencana Ini Mampu Tembus Kebakaran Hutan

Hairunnisa, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 20:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 10 65 2151587 prototipe-robot-pencari-korban-bencana-ini-mampu-tembus-kebakaran-hutan-p7Chb5zNES.jpg UNS (Foto: Dok. UNS)

JAKARTA – Tiga Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan prototipe robot pencari keberadaan korban ketika ada bencana. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Nada Syadza Azizah, Syaifullah Filard Latifah, dan Taufik Widyastama diberi nama Rescue Unmounted Ground Vehicle (UGV).

“Alat ini bisa digunakan untuk menjangkau zona yang tidak terjangkau manusia. Misalnya untuk menjangkau gunung berapi yang masih aktif, zona yang terkena kebakaran hutan, dan zona yang terpapar radioaktif," ujar Syaifullah, seperti dikutip dari laman UNS, Jumat (10/1/2020).

Syaifullah menambahkan, alat ini sudah dibuat sejak tiga bulan lalu. Alasan menciptakan alat ini lantaran di sekitar kita sering terjadi bencana alam yang sewaktu-waktu datang. Dari situlah mereka memiliki ide untuk membuat alat pendeteksi atau pencari korban bencana.

Baca Juga: Teknologi Informasi Kian Agresif, Kampus Perlu Adaptasi

"Karena terkadang kita terkendala untuk mendeteksi keberadaan korban," ujarnya.

Dia mejelaskan, Rescue UGV dilengkapi dengan kamera dan infra merah sehingga bisa mendeteksi suhu tubuh manusia. Manusia akan terlihat berwarna merah-kuning saat dideteksi menggunakan infra merah. Kemudian, robot ini dikendalikan dengan jaringan internet.

“Scan pakai kamera infrared yang bisa melihat suhu tubuh. Bisa diketahui itu manusia apa bukan, masih hidup atau sudah meninggal,” ujarnya.

robot

Sementara itu, Taufik Widyastama menambahkan bahwa alat ini akan terus dikembangkan sehingga kemampuannya bisa bertambah, seperti pemakaian pemancar portable agar bisa digunakan seluas-luasnya. "Karena masih prototipe, maka masih pakai Wi-Fi handphone atau router, jadi hanya bisa 10 meter,” kata Taufik.

Roda robot tersebut didesain seperti tank dan prototipe ini masih berukuran kecil. Nantinya, robot akan dibuat lebih panjang agar lebih stabil ketika melintas medan sulit, seperti saat tanah longsor atau di jurang.

“Ke depan, robot akan dirancang supaya bisa digunakan berkomunikasi dua arah. Saat ini, robot baru bisa mentransmisikan suara dari lapangan,” ujar Taufik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini