nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

849 Hektare Sawah di Lebak Rusak Akibat Banjir dan Longsor

Rasyid Ridho , Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 08:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 11 340 2151693 849-hektare-sawah-di-lebak-rusak-akibat-banjir-dan-longsor-C5VwESgkoH.jpg Ilustrasi area persawahan terkena banjir. (Foto: Dok Okezone)

SERANG – Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat seluas 849 hektare area persawahan terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Lebak. Seluas 450 hektare area persawahan di antaranya mengalami kerusakan total.

"Data yang kami dapat dari lapangan juga koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, sawah yang terdampak rusak 849 hektare, yang betul-betul total rusak sekitar 450 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak M Agus Tauhid kepada wartawan, Sabtu (11/1/2020).

Baca juga: Menteri LHK Terjunkan Tim Investigasi Pasca-Banjir dan Longsor di Bogor 

Ia mengatakan, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat menerima kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta bantuan percepatan untuk perbaikan area persawahan yang terdampak banjir dan tanah longsor.

"Salah satu permohonan yang disampaikan Ibu Iti adalah bantuan alat berat seperti traktor dan sebagainya. Tentunya merupakan prioritas utama dari pusat dan juga provinsi untuk perbaikan," ujar Agus.

Selain itu, Pemprov Banten akan memberikan bantuan benih kepada para petani agar kembali bercocok tanam usai banjir dan longsor menerjang enam kecamatan di Lebak.

Baca juga: Diperbolehkan Anies, Pemkot Bekasi Buang Sampah Sisa Banjir ke Bantargebang 

Padahal, kata Agus, program perlindungan kepada para peternak sudah disosialisasikan di daerah-daerah yang rawan terjadinya bencana.

"AUTSK (asuransi usaha ternak sapi dan kerbau) preminya Rp46 ribu, mereka mendapatkan klaim satu ekor Rp10 juta. Kalau yang tidak mendapatkan AUTSK akan kami siapkan skema bantuan bersama pemerintah pusat," jelasnya.

Selain hewan ternak, para petani juga sudah ada program asuransi usaha tani padi yang memberikan jaminan jika mengalami gagal panen maupun rusak karena bencana.

"Sama dengan padi bantuan asuransi usaha tanaman padi, satu hektare preminya itu permusim Rp36 ribu, gagal panen, longsor, banjir 1 hektare Rp6 juta per musim," jelasnya.

Baca juga: Bendungan Glapan Grobogan Jebol, Pemerintah Siapkan Rp80 Miliar 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini