Tradisi Nyandau, Bermalam di Tengah Hutan Demi Durian Jatuh

Sigit Dzakwan, iNews.id · Minggu 12 Januari 2020 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 11 340 2151891 tradisi-nyandau-bermalam-di-tengah-hutan-demi-durian-jatuh-0on9aPA5e3.jpeg Tradisi Nyandau di Kalteng (Sigit Dzakwan)

Harga jual durian asal Desa Riam Durian bervariatif. Mulai dari yang terkecil Rp5.000 hingga paling besar Rp20 ribu per buah. Bahkan, pembeli bisa memborong langsung durian tersebut dengan harga yang cukup murah.

"Selain nyandau durian, tidak lain tujuan kita adalah bersilaturahmi dengan warga Desa Riam dan Panahan," ujar Bupati Nurhidayah, saat menyandaun durian, Sabtu (11/1/2020).

Menurut Nurhidayah, nyandau durian ini merupakan salah satu program kegiatan pembangunan. Pasalnya, Kacamatan Aruta memiliki potensi utama pengembangan varietas lokal tanaman hutan seperti buah durian, kerantungan, pampaan dan buah hutan lainnya.

"Posisi ketinggian di bukit Balang ini sekitar 2.000 mdpl, jadi sensasinya memberikan explore tersendiri dan ini menjadi satu harapan ke depan wisata baru nyandau durian bersama masyarakat Kecamatan Aruta.”

Nurhidayah berpesan kepada masyarakat Kecamatan Aruta agar menjaga potensi yang ada dan jangan sampai hutan tersebut beralih fungsi.

"Kapan perlu, pohon-pohoh durian yang berusia ratusan tahun ini bisa dire-planting dengan pohon yang baru. Karena hanya ini yang masih tersisa dan menjadi sejarah untuk anak cucu kita generasi yang akan datang," jelasnya.

"Buah durian lokal kita tidak kalah dengan buah di tempat yang lain. kalau sudah beralih fungsi, mungkin generasi berikutnya tidak akan bisa menikmati durian asli pohon usia ratusan tahun ini," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini