nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Australia Mengakui Salah Menangani Kebakaran Hutan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 12:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 13 18 2152232 pm-australia-mengakui-salah-menangani-kebakaran-hutan-VvCTr4rI6D.jpg PM Australia Scott Morrison. (Foto/Reuters)

CANBERRA - Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengakui kesalahannya dalam menangani krisis kebakaran hutan yang melanda negaranya.

Sejak September, kebakaran hutan semak Australia telah merenggut 28 jiwa. Semenatra menurut Dinas Kebakaran Negara Bagian New South Wales (NSW), lebih dari 2.000 rumah selama kebakaran berlangsung.

Dalam beberapa minggu terakhir, Morrison telah menerima keluhan yang diajukan warga di New South Wales dan Victoria, dua negara bagian yang paling terdampak.

Baca juga: 2 Ribu Rumah Hancur, Kerugian Capai Rp7 Triliun Dampak Kebakaran Australia

Baca juga: PM Australia Dimaki Warga saat Tinjau Korban Kebakaran Hutan

Foto/News Australia

Di kota Cobargo di NSW, seorang wanita meminta lebih banyak petugas pemadam kebakaran, sementara warga lain menghina Morrison "idiot" dan mengatakan "Anda tidak akan mendapatkan suara di sini".

"Ini merupakan lingkungan yang sangat sensitif, mereka sangat sensitif," kata Morrison dalam wawancara dengan media Australia ABC.

"Perdana Menteri juga manusia biasa saat diundang dengan orang-orang ini."

Morrison mengatakan ada "keinginan baru" agar pemerintah mengambil peran langsung dalam merespons bencana. I mengatakan bahwa dia akan meminta permohonan uji publik terhadap upaya penyelesaian krisis kebakaran.

Bulan lalu, Morrison dikritik karena pergi liburan ke Hawaii sementara kebakaran memburuk. Kemarahan publik memaksanya untuk kembali ke Australia lebih cepat dari rencana.

Apa yang PM katakan tentang perubahan iklim?

Pemerintahan Morrison dituduh tidak mengambil tindakan yang cukup untuk mengatasi perubahan iklim, yang menurut para pakar dapat meningkatkan intensitas, frekuensi, dan skala kebakaran.

Morris membahas bagaimana mengambil alih pemerintahannya, yang menurut pendapatnya telah mengubah pertimbangan perubahan terhadap hutan semak.

"Kita hidup di zaman di mana musim panas lebih panjang, lebih panas, dan lebih kering," katanya mengutip BBC, Senin (13/1/2020). "Ini jelas merupakan dampak dari perubahan iklim."

Morrison bersikukuh bahwa pemerintahannya sudah sesuai di jalur yang tepat untuk mencapai target.

Sesuai dengan persetujuan Paris, Australia menyetujui untuk menurunkan emisi hingga 26% hingga 28% pada 2030 dibandingkan 2005.

Namun, Morrison mengatakan "solusi global" sangat diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim.

Puluhan ribu orang di Australia turun ke jalan untuk berunjuk rasa terkait perubahan iklim Jumat lalu.

Di kota-kota seperti Sydney, Melbourne dan Canberra, para pengunjuk rasa mengalihkan pemerintahan Morrison untuk segara bergeser dari penggunaan minyak bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini