nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Mabs Hussain, Polisi Berprestasi yang Bongkar Kasus Reynhard Sinaga

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 12:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 13 18 2152256 kisah-mabs-hussain-polisi-berpretasi-yang-bongkar-kasus-reynhard-sinaga-2faIJg8p8u.jpg ACC Mabs Hussain. (Foto: Telegraph & Argus)

TERUNGKAPNYA kasus Reynhard Sinaga, Warga Negara Indonesia (WNI) yang dijuluki sebagai “predator seksual berantai paling produktif” telah mengejutkan Inggris dan dunia, termasuk negara asalnya Indonesia. Penangkapan itu tidak lepas dari andil dan kerja keras seorang polisi berprestasi dari Kepolisian Manchester Raya, Assistant Chief Constable (ACC) Mabs Hussain.

ACC Hussain yang memulai kariernya sebagai polisi di Bradford mengatakan bahwa kepolisian telah melalui penyelidikan yang “sangat teliti” dan “sangat, sangat sulit” untuk mengungkap kasus Reynhard.

BACA JUGA: Kisah Reynhard Sinaga, "Predator Seksual" Seratusan Pria

“Awalnya saya meminta kepada siapa pun yang mungkin melakukan kontak langsung dengan Reynhard Sinaga, kedua mencari tahu ke mereka yang dicurigai sering keluar malam dan bertemu seseorang seperti Reynhard Sinaga untuk menghubungi polisi,” kata ACC Hussain sebagaimana dilansir Telegraph & Argus.

Dari keterangan para korban, Hussain dan jajaran kepolisian Manchester Raya melakukan penyelidikan yang kemudian mengarah pada pendakwaan Reynhard Sinaga.

Mabs Hussain adalah seorang polisi kelahiran Girlington, Bradford yang memulai kariernya bersama dengan Kepolisian West Yorkshire, dan menghabiskan dua dekade di sana. Pangkatnya terus meningkat dari polisi berseragam menjadi detektif dan detektif kepala yang menyelidiki kejahatan serius di Bradford.

Reynhard Sinaga. (Foto: Facebook)

Pada 2016, setelah terus dipromosikan karena prestasinya, Hussain diangkat menjadi Komandan Polisi Distrik Wakefield, memimpin respons polisi terhadap sejumlah kejadian sebagai komandan. Pada 2018 dia menerima gelar Member of the Most Excellent Order of the British Empire (MBE) pada perayaan ulang tahun Ratu Inggris atas jasanya di bidang amal dan kepolisian.

Karena prestasinya, dia kemudian ditunjuk menjadi pimpinan di Kepolisian Manchester Raya pada September 2018. Dia kemudian ambil bagian dalam memimpin penyelidikan terkait kasus pemerkosa berantai paling aktif di Inggris, Reynhard Sinaga.

Hussain juga mengatakan bahwa petugasnya telah melakukan penyelidikan "sangat sangat sulit" menyelidiki hampir tiga terabyte data yang terkumpul, atau setara dengan menonton 1.500 film DVD.

"Salah satu petugas saya menggambarkannya seperti menyusun jigsaw tanpa gambar karena tidak jelas bagian mana yang merupakan pelanggaran,” jelasnya.

BACA JUGA: Korban Pemerkosaan Sebut Reynhard Sinaga Bersahabat, Hakim Bilang Predator Seksual Setan

Setelah menjalani persidangan, pria berusia 36 tahun itu pun divonis hukuman seumur hidup di pengadilan Manchester Raya setelah terbukti bersalah dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria.

Dia mengatakan Reynhard Sinaga adalah "predator seksual bejat" yang telah mengambil keuntungan dari para pria muda yang mempercayainya, tetapi dia menambahkan: "Saya pikir kita perlu lebih sedikit berkonsentrasi pada Reynhard Sinaga sebagai individu dan lebih fokus pada setiap individu korban yang telah mendukung penuntutan atau memberikan bukti dan informasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini