nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Meksiko Siapkan Reformasi Sistem Keadilan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 14:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 14 18 2152720 pemerintah-meksiko-siapkan-reformasi-sistem-keadilan-WJVoSfqdZI.jpg Garda Nasional Meksiko diciptakan untuk memerangi kejahatan dan menjaga perbatasan Meksiko. (Foto/Reuters)

MEXICO CITY – Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador mempersiapkan reformasi sistem keadilan negaranya untuk memerangi ketidakamanan dan budaya impunitas.

Hal itu dilakukan untuk menghadapi maraknya kekerasan yang dilakukan kartel.

Mengutip Reuters, Selasa (14/1/2020), reformasi pengadilan digagas kantor jaksa agung dan menteri terkait. Rencananya draf awal reformasi pengadilan akan diumumkan Rabu 15 Januari dan berpotensi disahkan pada Februari.

Badan-badan penegak hukum Meksiko mengalami kemunduran keamanan sejak Lopez Obrador berkuasa setahun yang lalu.

Baca juga: Perang Narkoba Meksiko, 31 Ribu Orang Tewas dan 60 Ribu Hilang

Baca juga: Lopez Obrador: Raja Narkoba Meksiko Dulu Punya Kekuasaan Setara Presiden

Foto/Reuters

Reformasi akan mengubah beberapa pasal konstitusi, membuat hukum pidana baru, menetapkan prosedur baru, memodifikasi hukum, dan mengubah kerangka hukum kantor kejaksaan agung dan peraturannya.

"Ini adalah reformasi yang sangat ambisius dan luas," kata Senator Ricardo Monreal, pemimpin legislatif dari Partai Morena yang mendukung Presiden Lopez Obrador kepada Reuters.

Menteri Dalam Negeri Meksiko Olga Sanchez, Menteri Keamanan Meksiko Alfonso Durazo, serta penasihat hukum Presiden Lopez Obrador Julio Scherer, dan Jaksa Agung Alejandro Gertz akan menghadiri pertemuan pada Rabu untuk membahas reformasi, kata Monreal.

Sepanjang tahun lalu, warga Meksiko ketakutan karena orang-orang bersenjata dari kartel narkoba sering mengambilalih kota besar. Para anggota kartel kerap kontak senjata dengan militer Meksiko.

Terakhir pada bulan November 2019, serangan kartel narkoba menewaskan sembilan anggota keluarga termasuk warga Amerika Serikat (AS).

(dka)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini