nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Pembina Pramuka di Yogyakarta Ajarkan Tepuk Bernuansa SARA

Rabu 15 Januari 2020 03:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 15 510 2152959 heboh-pembina-pramuka-di-yogyakarta-ajarkan-tepuk-bernuansa-sara-JtsfPKigzy.jpeg Salah satu sudut SD Negeri Timuran, Yogyakarta. (Foto: Harminanto/KRJogja)

YOGYA – Pembina Pramuka asal Gunungkidul diketahui mengajarkan tepuk dengan diakhiri yel-yel bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Di depan siswa SD Negeri Timuran, ia mengajarkan yel-yel dengan narasi 'Islam-Islam yes, Kafir-kafir no' yang terjadi pada Jumat 10 Januari 2020.

Hal itu diketahui dari salah satu orangtua siswa yang mengunggah kejadian tersebut di aplikasi pesan. Ketika dikonfirmasi, Senin 13 Januari 2020, salah satu orangtua murid itu membenarkan ada kejadian seorang pembina mengajarkan tepuk berbau SARA tersebut.

Baca juga: Saat Aksi Debus Anak 11 Tahun Memukau Publik Malaysia 

"Saat itu posisi saya mau menjemput anak sekolah, dengar ada tepuk yang narasinya seperti itu. Saya sempat protes juga waktu itu," ungkapnya ketika dikonfirmasi wartawan, seperti dikutip dari KRJogja, Rabu (15/1/2020).

Ketika dikonfirmasi, Kepala SD Negeri Timuran Esti Kartini Spd membenarkan adanya kegiatan Kursus Mahir Lanjutan (KML) bagi pembina pramuka di sekolahnya pada Jumat lalu. Namun, dirinya tidak mengetahui secara detail perihal kejadian tepuk pramuka bernuansa SARA yang dilakukan salah satu pembina.

"SD Negeri Timuran hanya ketempatan. Itu semua materi dan pembina dari Kwartir Cabang Pramuka Kota Yogyakarta. Kami juga baru mendengar ini dari teman-teman media. Karena kami Gugus Depan Kota Yogyakarta, maka kami welcome untuk praktik ini, intinya kami hanya ketempatan saja," ungkap Esti saat ditemui di kantornya, Senin 13 Januari 2020.

Baca juga: Selamat Hari Pramuka, Ternyata Begini Sejarahnya 

Sekolah, menurut Esti, akan melakukan klarifikasi pada Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta sebagai penyelenggara acara KML. Sebab, hal tersebut cukup mengganggu lantaran selama ini SDN Timuran terkenal sangat baik dalam hal keberagaman dan menjunjung Pancasila.

"Kami akan lakukan klarifikasi ke Kwarcab Kota Yogyakarta, bagaimanapun kami tidak ingin hal semacam ini terjadi lagi ke depan," ungkapnya lagi.

Sementara Ketua Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan kejadian tepuk berbau SARA dilakukan salah satu peserta pembina dari Gunungkidul. Kwarcab Yogyakarta, menurut dia, memang menggelar acara KML dengan peserta terbuka dari berbagai wilayah di DIY dan sekitarnya.

"Itu kejadian saat praktik peserta dari Gunungkidul. Sebenarnya di pengajaran dan materi tidak ada diajarkan tentang tepuk pramuka seperti itu. Tiba-tiba peserta ini menyampaikan tepuk seperti itu. Kemudian setelah dapat laporan dari salah satu yang di sana (lokasi SDN Timuran), salah satu wakil Kwarcab menyampaikan kepada peserta bawa tepuk tersebut tidak ada dan dianggap tak ada. Sudah ada permohonan maaf," ungkap pria yang juga wakil wali kota Yogyakarta ini.

Baca juga: Jokowi Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Dunia di Amerika 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini