nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Hewan Koala yang Viral Akibat Kebakaran Hutan Australia

Hairunnisa, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 20:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 15 65 2153370 kenali-hewan-koala-yang-viral-akibat-kebakaran-hutan-australia-TO71eskMn0.jpg Koala. (Foto: Okezone.com/Britannica)

JAKARTA - Kebakaran hutan yang melanda beberapa wilayah di Australia mencuri banyak perhatian dunia, karena setengah miliar hewan, termasuk mamalia, reptil dan burung telah mati pada insiden yang telah terjadi sejak September 2019.

Banyak sekali pengguna media sosial yang memposting kebakaran ini, salah satunya memperlihatkan hewan Koala yang diberikan minuman oleh petugas pemadam kebakaran. Postingan ini pun mengundang banyak sekali perhatian publik, banyak yang mengucapkan bela sungkawa dan ada pula yang ikut berdonasi untuk musibah yang menerpa negeri kangguru ini.

Lalu, apakah kalian mengenal baik salah satu hewan khas Australia ini?

Menurut Britannica.com, Rabu (15/1/2020), hewan yang memiliki nama latin Phascolarctos cinereus atau juga disebut beruang koala, marsupial penghuni pohon di kawasan pesisir timur Australia yang diklasifikasikan termasuk dalam keluarga Phascolarctidae (suborder Vombatiformes).

Baca Juga: Warga Australia Bisa Tukar Uang yang Terbakar Akibat Kebakaran Hutan

Mamalia satu ini memiliki panjang sekitar 60 hingga 85 cm (24 hingga 33 inci) dan beratnya mencapai 14 kg (31 pon). Koala hampir tak berekor, tubuhnya kekar dengan warna abu-abu, dengan dada berwarna kuning pucat atau krem dan memiliki bintik-bintik.

Koala

Hewan ini berwajah dan memiliki hidung lebar, bulat, mata kuning kecil, serta telinga besar berbulu. Kakinya dan cakarnya yang kuat, dapat mumadahkannya menggengam sesuatu. Karena hewan kecil ini sangat mirip dengan beruang, kadang-kadang koala juga disebut sebagai beruang koala.

Koala salah satu hewan yang sangat sangat selektif memakan daun pohon eucalyptus tertentu.

Baca Juga: PM Australia Mengakui Salah Menangani Kebakaran Hutan

Umumnya secara individu ia bergerak hampir menghabiskan selusin pohon. Jika hewan satu ini terlalu banyak di daerah teralang, mereka menggunduli pohon-pohon makanan pilihan dan, karena tidak dapat hidup dengan spesiesnya.

Untuk membantu mencerna sebanyak 1,3 kg (3 pon) daun setiap hari, koala memiliki kantong usus (sekum) sekitar 2 meter (7 kaki) panjangnya, di mana ususnya ini terdapat bakteri simbiotik menurunkan tanin dan zat beracun dan kompleks lainnya yang berlimpah. Makanan jenis ini relatif sedikit bernutrisi yang sedikit memberikan energi cadangan kepada koala, sehingga hewan ini bisa menghabiskan berjam-jam hanya duduk atau tidur di batang pohon.

Koala merupakan satu-satunya anggota keluarga Phascolarctidae. Berbeda dengan marsupial arboreal lainnya, kantongnya terbuka ke belakang.

Hewan satu ini dapat melahirkan saat usia kandungan sudah mencapai 34 hingga 36 hari. Sebelumnya hewan satu ini pernah dibunuh dalam julmlah besar hanya untuk mengambil bulu mereka.

Terutama selama tahun 1920-an dan 30-an, koala berkurang jumlahnya dari beberapa juta menjadi beberapa ratus ribu. Di bagian selatan, mereka terancam punah kecuali untuk satu populasi di Gippsland, Victoria.

Beberapa koala akhinya dipindahkan ke pulau-pulau kecil yang lepas pantai, terutama di Pulau Phillip. Sehingga koala ini digunakan untuk mengisi kembali atau menghidupkan kemabli spesiesnya yang hampir punah di sebagian besar wilayah asli Victoria dan New South Wales selatan.

Populasi koala sekarang tersebar dan dipisahkan oleh daerah perkotaan dan lahan pertanian, yang membuat mereka rentan terhadap kepunahan secara lokal.

Sejak 1996 oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), koala dianggap sebagai pesies yang paling tidak diperhatikan. Akan tetapi sejak tahun 2012, pemerintah Australia menambahkan koala ke daftar spesies terancam di negara itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini