nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Karangetang Digoyang 115 Kali Gempa, Status Siaga

Debrinata Rizky, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 11:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 340 2153612 gunung-karangetang-digoyang-115-kali-gempa-status-siaga-vIhI0PxpFu.jpg Gunung Karangetang (Setkab.go.id)

JAKARTA – Gunung Karangetang di Sulawesi Utara dilanda 115 kali gempa sepanjang Rabu 15 Januari 2020. Gunung api setinggi 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu masih berstatus siaga atau level III.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kondisi cuaca gunung tersebut terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

“Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Sinar api, tinggi lk 10 m. Guguran lava ke arah Kali Nanitu, Sense, dan Kali Pangi sejauh lk 800-1200 m. Asap kawah dua putih sedang, tinggi lk 50m,” tulis PVMBG dalam laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, Kamis (16/1/2020).

Melalui rekaman seismograf pada 15 Januari 2020, Gunung Karangetang tercatat mengalami 115 gempa. Rinciannya 97 kali gempa guguran, lima kali gempa embusan, satu kali gempa tremor harmonik, satu kali gempa hybrid atau fase banyak, lima kali gempa vulkanik dangkal, tiga kali gempa vulkanik dalam, tiga gempa tektonik jauh.

“Tremor menerus, amplitudo 0.25-12 mm (dominan 0.5 mm),” sebut PVMBG.Ilustrasi

Masyarakat, pengunjung, atau wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam zona prakiraan bahaya, yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan). Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas di area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah barat laut-utara sejauh 4 Km dan dari kawah utama sejauh 3 Km ke arah barat.

PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Karangetang menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini