nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ukraina Selidiki Dugaan Pengintaian Ilegal Terhadap Dubes AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 19:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 18 2154395 ukraina-selidiki-dugaan-pengintaian-ilegal-terhadap-dubes-as-YHkwVTuLYL.jpg Dubes AS untuk Ukraina, Marie Yovanovitch. (Foto: Reuters)

KIEV - Polisi Ukraina telah memulai penyelidikan tentang kemungkinan terjadinya pengintaian ilegal terhadap duta besar Amerika Serikat (AS) oleh sekelompok orang yang belum diketahui. Pengintaian itu diduga terjadi sebelum Dubes AS itu ditarik dari posnya pada Mei tahun lalu.

Pengumuman itu dikeluarkan dua hari setelah para anggota DPR AS dari partai Demokrat merilis sejumlah besar dokumen yang menunjukkan bahwa Lev Parnas, rekan pengacara pribadi Presiden Trump, berbicara tentang pemberhentian Dubes Amerika di Ukraina, Marie Yovanovitch.

BACA JUGA: Saksi Sebut Trump Membuat Tuntutan Tidak Pantas ke Presiden Ukraina

Kementerian Dalam Negeri Ukraina yang menaungi jawatan kepolisian mengatakan, polisi Ukraina tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri di Amerika Serikat.

“Tapi, dokumen-dokumen yang telah diungkapkan itu mengandung fakta-fakta yang mungkin melanggar undang-undang di Ukraina dan Konvensi Jenewa tentang hubungan diplomatik antar negara, yang melindungi hak para diplomat yang ditugaskan di negara lain,” kata pernyataan kementerian dalam negeri itu sebagaimana dilansir VoA, Jumat (17/1/2020).

Tujuan kami adalah menyelidiki apakah ada pelanggaran undang-undang Ukraina dan internasional, yang mungkin harus diselidiki.

“Atau apakah dokumen-dokumen itu menunjukkan informasi palsu dalam percakapan antara dua orang warga negara Amerika,” tambah pernyataan departemen itu.

Dalam kasus yang menyangkut pemakzulan Presiden Trump, Ukraina mengatakan akan memulai penyelidikan atas laporan yang mengatakan bahwa peretas Rusia telah mengakses komputer perusahaan gas alam Ukraina, Burisma.

Hunter Biden, putra saingan politik Trump dan mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden, pernah duduk dalam dewan direksi perusahaan itu.

BACA JUGA: Dubes AS: Trump Beri Arahan untuk Tekan Ukraina

Penyelidikan pemakzulan Trump dimulai atas tuduhan bahwa Trump menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki Burisma sambil menahan ratusan juta dolar bantuan militer yang sudah dijanjikan kepada Kiev.

Kementerian dalam negeri Ukraina mengatakan telah mengundang Dinas Penyidikan Federal Amerika atau FBI untuk membantu penyelidikan mengenai peretasan Komputer Burisma itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini