nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Danau di Dalam Gunung Taal Menghilang

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 11:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 18 18 2154676 danau-di-dalam-gunung-taal-menghilang-iB8U6I4qZB.jpg Danau di dalam Gunung Taal. (Foto/IceEye/BBC)

MANILAI - Gunung api Taal di Filipina masih terus meletus pada Jumat 17 Januari 2020 walaupun letusan abu lebih sedikit dibandingkan pada awal pekan ini.

Para ilmuwan yang memonitor kondisi gunung dari jauh menggunakan peralatan darat dan angkasa untuk meneliti apa yang mungkin terjadi berikutnya.

Gambar radar di artikel ini didapat dari konstelasi Iceye radar constellation.

Sistem Finlandia ini memungkinkan ilmuwan melihat abu dan awan yang dihembuskan gunung api untuk mendeteksi permukaan gunung.

Data itu mengungkap danau di gunung yang disebut Danau Kuning yang posisinya berada di tengah Gunung Taal, kini hampir hilang total.

Interaksi antara air dan magma yang menyebabkan letusan awal gunung ini.

Baca juga: Korban Erupsi Gunung Taal: Tubuh Kami Baik-Baik, tapi Pikiran dan Hati Kami Kesakitan

Baca juga: Kunjungi Daerah Bencana, Duterte Bercanda Soal Makan Abu dan Kencingi Gunung Taal

Garis putih putus-putus di gambar artikel ini menunjukkan kondisi danau sebelum letusan pada hari Minggu. Garis putih menunjukkan batas air danau pada Kamis 16 Januari 2020 sekitar pukul 13.37 WIB.

Foto/Airbus/CNES

Kerangka danau yang lebih besar, "Danau Taal" yang mengitari puncak gunung api masih tetap ada.

Sistem Finlandia ini memungkinkan ilmuwan melihat abu dan awan yang dihembuskan gunung api untuk mendeteksi permukaan gunung.

Data itu mengungkap danau di gunung yang disebut Danau Kuning yang posisinya berada di tengah Gunung Taal, kini hampir hilang total.

Interaksi antara air dan magma yang menyebabkan letusan awal gunung ini.

Foto/Airbus/CNES

Garis putih putus-putus di gambar artikel ini menunjukkan kondisi danau sebelum letusan pada hari Minggu. Garis putih menunjukkan batas air danau pada Kamis (16/01) sekitar pukul 13.37 WIB.

Kerangka danau yang lebih besar, "Danau Taal" yang mengitari puncak gunung api masih tetap ada.

Radar satelit lain mengkaji bagaimana kondisi di seputar gunung api itu.

Pesawat ruang angkasa Uni Eropa, Sentinel-1 mengumpulkan informasi ini melalui gambar-gambar yang dipantau dari udara.

Teknik ini dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana magma bergerak di bawah gunung api dan apa arti pergerakan ini di masa depan.

Unggahan Twitter dari badan pemetaan Uni Eropa, Copernicus Emergency Management Service (Copernicus EMS), memberikan informasi melalui pemetaan terkait kondisi Gunung Taal dan sekitarnya.

Pemerintah Filipina berupaya untuk mencegah sekitar 50.000 warga yang diungsikan, kembali ke rumah-rumah mereka untuk mengambil harta benda dan memeriksa ternak.

"Izinkan kami memonitor situasi dulu. Kami mempelajari apa artinya (perkembangan gunung api )," kata Maria Antonia Bornas, seorang ilmuwan dari badan seismologi Filipina kepada para wartawan.

"Tak ada aktivitas bisa berarti jeda aktivitas gunung api. Bahaya masih tetap ada," kata Bornas seperti dikutip kantor berita AFP.

Banyaknya abu yang jatuh di wilayah seputar Gunung Taal merupakan bukti yang didapat dari gambar satelit Frencah Spot-7 dan satelit Pléiades.

Kawasan hijau diselimuti awan abu-abu.

Gambar kiri di atas di dapat pada Juli tahun lalu dan menunjukkan kondisi kawah danau.

Gambar kanan didapat hari Selasa (14/01). Satelit optik tidak dapat menangkap abu dan awan, seperti yang biasa ditangkap melalui satelit radar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini