nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Kebudayaan Brasil Berhenti karena Pidato Mirip Kutipan Menteri Propaganda Nazi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 14:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 18 18 2154737 menteri-kebudayaan-brasil-berhenti-karena-pidato-mirip-kutipan-menteri-propaganda-nazi-52eC3Pbz3W.jpg mantan Menteri Kebudayaan Brasil, Roberto Alvim. (Foto/Reuters)

BRASILIA – Menteri Kebudayaan Brasil Roberto Alvim mengundurkan diri terkait pidatonya yang menyerupai kutipan Menteri Propaganda Nazi Joseph Goebbels.

Dalam sebuah video, Alvim mengumumkan program pendanaan seni terbaru dengan latar belakang musik Richard Wagner, seorang komposer yang diasosiasikan dengan Nazisme.

"Seni Brasil selama dekade ke depan akan menjadi heroik dan nasional," kata Alvim, yang duduk di belakang meja dengan gambar Presiden Brasil Jair Bolsonaro melansir Reuters, Sabtu (18/1/2020).

Baca juga: Berpose Hormat Nazi, 30 Petugas Penjara Dipecat

Baca juga: Sentimen Anti-Yahudi Meningkat di Australia, Victoria Larang Pemasangan Bendera Nazi

Ia melanjutkan, "[Hal] itu akan diberkahi dengan kapasitas besar demi keterlibatan emosional dan juga akan sangat penting, karena itu sangat terkait dengan aspirasi rakyat kita, atau itu tidak akan menjadi apa-apa," katanya.

Kata-kata Alvim mirip dengan kalimat Goebbels dalam buku biografinya yang ditulis oleh ahli holocaust Jerman, Peter Longerich yang diterbitkan pada 2010.

"Seni Jerman selama dekade berikutnya akan menjadi heroik, akan menjadi sangat romantis, akan objektif dan bebas dari sentimentalitas," kata Goebbels dalam buku tersebut.

"[Hal] ini akan berdampak nasional serta penting atau tidak akan menjadi apa-apa."

Awalnya Alvim mengklaim kesamaan pidatonya dengan Goebbles hanya sebuah kebetulan, namun dia memutuskan mengundurkan diri.

"Mengingat ketidaknyamanan besar yang disebabkan oleh situasi malang ini, saya mengajukan pengunduran diri langsung saya," tulis Alvim di Facebook.

"Saya sangat menolak rezim totaliter mana pun dan menyatakan penolakan saya terhadap rezim Nazi."

Sementara Presiden Bolsonaro menilai pidato Alvim sebagai "pernyataan yang tidak menguntungkan" dan membuat posisi Alvim "tidak bisa dipertahankan."

Presiden juga menyatakan "penolakan terhadap ideologi totaliter dan genosida, seperti Nazisme dan komunisme."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini