nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat di Instagram, Ratu Keraton Agung Sejagat Panggil Gubernur Jateng "Pak Ginanjar"

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 16:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 18 512 2154801 curhat-di-instagram-ratu-keraton-agung-sejagat-panggil-gubernur-jateng-pak-ginanjar-kPLezkzUrd.JPG Ratu Keraton Agung Sejagat, Fanni Aminadia (Foto: Instagram/fanniadia_tbtd)

JAKARTA - Ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Fanni Aminadia ternyata cukup aktif menggunakan media sosial. Namun, ada yang lucu dalam postingan terakhirnya di akun @fanniadia_tbtd.

Pada unggahan terakhirnya itu, Fanni sempat curhat dengan menyebut Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dengan nama Ginanjar. Dalam penuturannya, ia meminta Gubernur Jateng menguji secara akademisi sejarah Keraton Agung Sejagat miliknya bersama Toto Santoso.

"Sugeng siang Pak Ginanjar, prinsipnya kami sangat menyambut baik bahkan menunggu agar diskusi dan diuji secara akademisi sejarah ini bisa terealisasi. Tapi pelintiran berita dan penggalan dokumentasi ternyata mampu merubah makna dari pernyataan kami," tulis Fanni dalam unggahannya, Rabu 15 Januari 2020.

Postingan Ratu Keraton Sejagat

Ia merasa telah dituduh menyebar berita palsu alias hoaks, Bahkan Fanni mengaku telah diperlakukan laiknya teroris kelas dunia yang dihakimi tanpa diberi hak melakukan klarifikasi.

"Saya kemarin berencana memposting surat terbuka dan untuk Bapak, tapi tanpa diberi kesempatan klarifikasi, mediasi dan bahkan penangkapan kami terkesan eksklusif lengkap dengan media. Kami berusaha korporatif tapi justru diperlakukan layaknya teroris kelas dunia atau dihakimi sebelum diberi hak mengklarifikasi," keluhnya.

Ratu Keraton Agung Sejagat

Dia juga mempertanyakan prosedur hukum yang sejatinya dijalankan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence).

"Barusan saya diminta ganti baju tahanan, tanpa diberi tahu salahnya dan menjadi tersangka atas apa? Saya mohon Bapak bisa mengimbau agar aparatur yang bertugas jangan politisir kasus kami yang terlanjur viral untuk sekadar press conference berhasil menangkap," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini