nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

62 Penjahat di Surabaya Diringkus, Didominasi Bandit Jalanan

Syaiful Islam, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 08:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 18 519 2154636 62-penjahat-di-surabaya-diringkus-didominasi-bandit-jalanan-FDJln0zyHO.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku tindak kriminal. (Foto: Dok Okezone)

SURABAYA – Polrestabes Surabaya memamerkan hasil tangkapan di awal 2020. Sebanyak 62 tersangka diamankan. Kasus yang mendominasi adalah kejahatan jalanan atau pencurian dengan kekerasan (curas).

Berdasarkan catatan kepolisian, puluhan tersangka itu diungkap dari 56 kasus, terhitung sejak 1 sampai 14 Januari 2020. Rinciannya, curat mencapai 28 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 31 orang. Disusul curanmor 13 kasus dengan 16 tersangka. Lalu curas 8 kasus dengan 11 tersangka.

"Dari puluhan tersangka yang diamankan ini, kasus kejahatan jalanan paling banyak terjadi di Surabaya," sebut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Jumat 17 Januari 2020.

Dia menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku beragam. Mulai membobol rumah, memecah kaca, merusak kunci motor, hingga menodongkan senjata tajam ke korbannya.

"Itu masih menjadi tren kejahatan. Kita sama-sama diamanahkan oleh undang-undang, baik Polri, TNI, dan seluruh stakeholder yang hari ini juga disaksikan oleh para ulama. Kita semua mendoakan dan mengecam apa pun perbuatan kejahatan yang ada di Surabaya," jelasnya.

Meski demikian, lanjut dia, kasus kejahatan jalanan menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya. Ini karena upaya-upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang dilakukan kepolisian. Terutama menjalin sinergitas dengan masyarakat melalui aplikasi 'Jogo Suroboyo' yang diluncurkan tahun lalu.

Menurut dia, ini sebuah terobosan bagus dan bermanfaat untuk masyarakat. Di mana lebih mendekatkan polisi dengan masyarakat, serta lebih mudah dijangkau oleh masyarakat yang saat ini sebagian besar sudah menggunakan gadget atau handphone.

"Dengan adanya aplikasi Jogo Suroboyo ini merupakan aplikasi yang mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat, seluruh elemen masyarakat. Apa pun kejadian dan di mana pun itu, masyarakat bisa berinteraksi dengan aplikasi tersebut. Ini adalah prestasi Surabaya," paparnya.

Selain kejahatan jalanan, polisi juga mengungkap beberapa kasus lainnya di awal tahun 2020. Seperti kasus prostitusi, mafia tanah, dan penipuan atau penggelapan kendaraan.

Pekan lalu polisi menggerebek tempat prostitusi eks Lokalisasi Moroseneng di Kelurahan Klakah Rejo, Kecamatan Benowo, Surabaya. Dari kasus itu, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah pengelola wisma.

Meski sudah lama ditutup oleh Pemkot Surabaya, pelaku masih nekat membuka praktik prostitusi di kawasan tersebut. Pelaku atau pengelola wisma menawarkan dengan cara sembunyi-sembunyi.

Kemudian polisi juga membongkar kasus penipuan perumahan fiktif berkedok syariah di Jalan Raya Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo. Sedikitnya ada 32 orang lebih yang menjadi korban, kerugiannya mencapai ratusan miliaran rupiah.

Perumahan tersebut adalah Multazam Islamic Residence yang dikelola PT Cahaya Mentari Pratama. Polisi menahan satu pelaku berinisial MS selaku direktur utama atau pihak pengelola.

Terakhir kasus penggelapan mobil. Polisi mengamankan dua tersangka. Kurang dari 24 jam setelah korban melapor, polisi berhasil menangkap keduanya dengan barang bukti 11 unit mobil.

Sementara Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho menjelaskan bahwa tindakan tegas terukur akan tetap dilakukan petugas jika para pelaku tetap nekat melakukan aksinya, apalagi sampai membahayakan petugas dan masyarakat di sekitar.

Pada pengungkapan awal tahun ini, sedikitnya ada 8 pelaku yang dilakukan tindakan tegas terukur. Mereka ditembak pada kedua kakinya karena coba melarikan diri saat ditangkap.

"Kami tidak segan-segan memberikan tindakan tegas terukur apabila para pelaku nekat melukai anggota atau masyarakat," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini