nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

62 Penjahat di Surabaya Diringkus, Didominasi Bandit Jalanan

Syaiful Islam, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 08:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 18 519 2154636 62-penjahat-di-surabaya-diringkus-didominasi-bandit-jalanan-FDJln0zyHO.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku tindak kriminal. (Foto: Dok Okezone)

Selain kejahatan jalanan, polisi juga mengungkap beberapa kasus lainnya di awal tahun 2020. Seperti kasus prostitusi, mafia tanah, dan penipuan atau penggelapan kendaraan.

Pekan lalu polisi menggerebek tempat prostitusi eks Lokalisasi Moroseneng di Kelurahan Klakah Rejo, Kecamatan Benowo, Surabaya. Dari kasus itu, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah pengelola wisma.

Meski sudah lama ditutup oleh Pemkot Surabaya, pelaku masih nekat membuka praktik prostitusi di kawasan tersebut. Pelaku atau pengelola wisma menawarkan dengan cara sembunyi-sembunyi.

Kemudian polisi juga membongkar kasus penipuan perumahan fiktif berkedok syariah di Jalan Raya Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo. Sedikitnya ada 32 orang lebih yang menjadi korban, kerugiannya mencapai ratusan miliaran rupiah.

Perumahan tersebut adalah Multazam Islamic Residence yang dikelola PT Cahaya Mentari Pratama. Polisi menahan satu pelaku berinisial MS selaku direktur utama atau pihak pengelola.

Terakhir kasus penggelapan mobil. Polisi mengamankan dua tersangka. Kurang dari 24 jam setelah korban melapor, polisi berhasil menangkap keduanya dengan barang bukti 11 unit mobil.

Sementara Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho menjelaskan bahwa tindakan tegas terukur akan tetap dilakukan petugas jika para pelaku tetap nekat melakukan aksinya, apalagi sampai membahayakan petugas dan masyarakat di sekitar.

Pada pengungkapan awal tahun ini, sedikitnya ada 8 pelaku yang dilakukan tindakan tegas terukur. Mereka ditembak pada kedua kakinya karena coba melarikan diri saat ditangkap.

"Kami tidak segan-segan memberikan tindakan tegas terukur apabila para pelaku nekat melukai anggota atau masyarakat," tegasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini