nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Klaten Ini Merasa Cocok dengan Prinsip Keraton Agung Sejagat

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 22:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 19 512 2155164 warga-klaten-ini-merasa-cocok-dengan-prinsip-keraton-agung-sejagat-YXvqtc9TTK.jpg Pekarangan rumah warga Klaten disulap jadi cabang Keraton Agung Sejagat (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

KLATEN - Warga Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Klaten berinisial SS adalah satu dari 26 pengikut Keraton Agung Sejagat yang ada di Klaten.

Berbeda dengan anggota Keraton Agung Sejagat pimpinan Totok Santosa Hadiningrat dan teman perempuannya, Dyah Gitarja lainnya yang merasa telah ditipu, SS justru sebaliknya.

Keraton Agung Sejagat

Dia merasa tidak ditipu sama sekali oleh Totok. Selain sukarela bergabung, SS pun rela kediamannya di Sanggar Awan Mukti digunakan sebagai Ndalem Prambanan, salah satu cabang dari Kraton Agung Sejagat.

Diceritakannya, ia bergabung dengan Keraton Agung Sejagat pimpinan Totok ini pada 2018. Tepatnya setelah Totok keluar dari Jogja Development Committee yang didirikannya itu.

Baca Juga : Dirjen Perhubungan Sebut Bus yang Kecelakaan di Subang Sudah Dimodifikasi

Ketertarikan SS bergabung dengan Totok di Kerajaannya itu karena prinsip yang diusung Totok sama dengan prinsip hidupnya. Yaitu, "welas asih mring sak podo-podo" yang artinya saling menyayangi umat di atas bumi.

"Saya cocok dengan prinsip yang diusung Totok, yaitu welas asih mring sak podo-podo. Karena kesamaan itulah, pada tahun 2018, setelah Totok tak lagi di Jogja Development Committee, saya bergabung," papar SS saat ditemui di Ndakem Prambanan, Minggu (17/1/2020).

Karena sudah cocok dengan kesamaan prinsip itulah, SS tak menolak saat Totok menempatkan batu besar yang diambil dari lereng Gunung Merapi sebagai prasasti Krayon Agung Sejagad di kediamannya. Saat pelatakkan prasasti itu juga, Totok langsung hadir untuk menandatangani prasasti tersebut.

"Beliau (Totok) datang ke sini langsung. tepatnya 8 oktober 2018, untuk menandatangani prasasti di batu ini," kata SS.

Meski di kediamannya ada batu berukuran besar, SS merasa tak terganggu. Sebaliknya, SS menganggap itu sebagai suatu angugrah bagi dirinya.

"Saya menggap prasarti itu rezeki. Saya yakin sanggar ini dan desa ini akan terkenal, itu salah satu rezeki. Meskipun saya sendiri tak tahu apa alasan beliau menaruh batu ini di tempat saya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini