Bahas Serangan Jantung, Mahasiswa UI Juara di India

Hairunnisa, Okezone · Senin 20 Januari 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 20 65 2155507 bahas-serangan-jantung-mahasiswa-ui-juara-di-india-JYgcxZnLwd.jpg Kampus Universitas Indonesia (Foto: Okezone.com/Istimewa)

JAKARTA - Salah satu mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasinya di kancah internasional.

Jeremy Rafael Tandaju, mahasiswa Fakultas Kedokteran UI angkatan 2016 ini mengharumkan nama almamater setelah berhasil menjadi Juara 1 Scientific Paper di ajang East Asian Medical Students’ Conference 2020 yang diselenggarakan di Maulana Azad Medical College, India, pada 5-10 Januari 2020.

Baca Juga: Ingin Masuk UI? Cek Info Jalur Pendaftarannya di Sini

EAMSC merupakan konferensi mahasiswa kedokteran internasional yang diselenggarakan oleh Asian Medical Students’ Association (AMSA).

Setiap tahunnya, acara ini mengangkat suatu isu kesehatan tertentu yang akan dibahas dan dianalisis secara komprehensif dan mendalam dengan tujuan meningkatkan partisipasi mahasiswa secara aktif untuk meningkatkan kesehatan global.

Emergency Medicine: When Seconds Count” menjadi tema tahun ini dan Jeremy mengikuti kompetisi ini sebagai perwakilan dari AMSA-Universitas Indonesia. Sebelum bertolak ke India dan mewakili Indonesia dalam ajang EAMSC 2020, Jeremy terlebih dahulu menjalani seleksi pada tingkat nasional oleh AMSA Indonesia melalui Pre-Conference Competition (PCC).

Baca Juga: Sri Mulyani Uji Tesis di UI, Apa yang Ditanyakan?

Jeremy keluar jadi juara 1 di antara 200 mahasiswa kedokteran di seluruh Asia yang mengikuti ajang tersebut. Pada kompetisi tersebut, Jeremy membawakan karya ilmiahnya yang berjudul Modifiable Survival Factors of Out-of-Hospital Cardiac Arrest: Systematic Review and Meta-Analysis of Cohort Studies. Karya tersebut menyoroti manajemen serangan jantung di luar rumah sakit yang sering kali terabaikan.

“Saya mendapatkan ide ini dari kejadian serangan jantung yang merupakan penyebab kematian akibat kegawatdaruratan tertinggi,” terang Jeremy dikutip dari situs resmi UI, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Serangan jantung terkadang teracuhkan karena seringnya terjadi. Oleh karena itu, Jeremy ingin memberikan rekomendasi manajemen serangan jantung, terutama yang terjadi di luar rumah sakit dengan melakukan penelitian.

Penelitian tersebut merupakan gabungan dari metode systematic review dan meta-analysis yang Jeremy lakukan bersama rekannya, Kareen Tayuwijaya (FKUI 2018). Karya inilah yang kemudian Jeremy ajukan dalam seleksi tingkat nasional, yang kemudian juga terpilih sebagai Juara 1 Scientific Paper di EAMSC 2020.

“Saya berharap, prestasi yang saya raih dan karya yang saya hasilkan ini dapat dengan mudah diaplikasikan pada keadaan yang hampir selalu ditemukan pada masyarakat. Karya ini juga menekankan bahwa manajemen serangan jantung di luar rumah sakit melibatkan banyak disiplin ilmu dan semua elemen masyarakat mulai dari tenaga kesehatan, manajemen kegawatdaruratan, dan masyarakat itu sendiri. Jadi, semua harus pro-aktif dalam meningkatkan kepintasan serangan jantung di luar rumah sakit.,” tuturnya.

Dia menambahkan, jika teman-teman lainnya ingin mengikuti kompetisi sejenis, jangan ragu untuk mencoba. Karena baginya, semua hal kalau ditimbang pasti dirasa tidak siap atau kurang, dan tidak akan tahu kalau belum dicoba.

"Akan tetapi, semuanya juga perlu usaha. Jadi, doa, usaha, dan restu dari orang tua atau orang-orang terdekat sangat diperlukan untuk kita meraih apa yang kita ingin gapai," ungkapnya.

Jeremy rasa semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menggali potensinya masing-masing, hanya keberanian dan kegigihan yang akan menentukan hasil dari usaha tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini