nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nenek yang Dianiaya di Pasar Hidup Sebatang Kara

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 02:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 22 510 2156888 nenek-yang-dianiaya-di-pasar-hidup-sebatang-kara-WvIW4nLDtO.jpg Nenek Rubingah saat dianiaya (foto: istimewa)

SLEMAN - Nenek Rubingah (61). Nenek yang viral karena diduga mencuri mangga di Pasar Gendeng/Potrojayan, Prambanan, Sleman dan dianiaya dengan ditendang hingga diseret, hanya tinggal sebatang kara di rumahnya di Kranggan, Berbah, Sleman. Suami dan anaknya meninggalkannya karena berpisah ke daerah Sumatera.

“Dia tinggal sebatang karang sejak beberapa puluh tahun setelah pisahan,” kata Kepala Dukuh I Kranggan, Suharmadi kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).

Menurut Suharmadi, Nenek Rubingah memiliki seorang putri yang tinggal di Sumatera. Dia telah menghubungi anaknya, setelah melihat video penganiayaan sang nenek viral di media sosial. Wiwin anaknya, meminta agar masalah bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. Yang penting ibunya tetap baik-baik saja.

“Dia minta tolong ke saya, bagaimana baiknya, kalau inginnya kekeluargaan saja,” ujarnya.

Suharmadi pun berharap bagi pedagang yang merasakan dirugikan untuk menemuinya. Dia siap memberikan ganti rugi.

Kata Suharmadi, di daerah Berbah masih ada kakak dan adiknya. Namun, karena Nenek Rubingah agak depresi, hingga komunikasi dengan keluarganya kurang bagus. Apalagi ia juga susah untuk diajak komunikasi. Kadang nyambung kadang tidak. Sedangkan rumahnya meski bertembok, namun belum ada aliran listriknya.

“Dia termasuk warga miskin, kadang kita berikan bantuan dari Baznas atau santunan dari manapun. Sejak rakin dihapus dia tidak dapat PKH,” jelasnya.

Sementara itu, Kasie Humas Polsek Prambanan, Aiptu Ahmad Muklis mengatakan, saat ini kasus tersebt masih dalam penyelidikan. Polisi masih mencari siapa yang memviralkan video tersebut. Penyelidikan akan terus dilakukan sampai tuntas baik dalam kaitan kasus pencurian ataupun tindak kekerasan.

“Kita tidak tinggal diam, kita masih menyelidiki untuk mencari kebenaran,” kata Muklis.

Polisi sudah memeriksa beberapa orang sebagai saksi. Baik pelaku penendangan, pemilih buah yangs empat dicuri, maupun pedagang pasar dan yang merekam adegan ini.

“Kalau bu Rungingah kita belum periksa, belum ketemu,” jelasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini