nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerebek Kos-kosan, Polisi Tangkap Pasutri dan Temannya Pesta Sabu

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 08:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 22 519 2156404 gerebek-kos-kosan-polisi-tangkap-pasutri-dan-temannya-pesta-sabu-N6GbhscCU6.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

SURABAYA – Pasangan suami istri (pasutri) yang menikah siri dan seorang temannya digerebek Unit Reskrim Polsek Kenjeran di sebuah indekos di Jalan Bulak Banteng Baru, Gang Gading, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Polisi menggerebek lokasi tersebut setelah mendapat informasi adanya pesta sabu.

Tim yang mendapat informasi itu langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Dalam penggerebekan diketahui para pelaku berada di salah satu kos yang ada di Gang Gading.

Awalnya polisi mendapat informasi dua pria yang pesta sabu. Setelah digerebek, ada seorang perempuan yang juga ikut menggunakan sabu.

"Kami awalnya mengira jika penggunanya cuma dua orang. Ternyata di dalam ada tiga orang. Satunya perempuan,” kata Kanit Reskrim Polsek Kenjeran Iptu Evan Andias, Selasa 21 Januari 2020.

Saat digerebek, ketiganya sedang teler. Tim langsung menangkap mereka dan menggeledah lokasi kejadian. Polisi menemukan dua plastik klip, belasan sedotan, pipet kaca berisi sisa sabu, dan korek api. Bersama barang bukti itu, ketiganya digelandang ke Mapolsek Kenjeran.

ilustrasi (Dok Okezone)

Dalam pemeriksaan, ketiga pecandu sabu itu teridentifikasi bernama Adam Mahendra (18), warga Jalan Tenggumung Wetan Gang Garuda, Kenjeran; serta Ahmad Thoirun Nadzif alias Adib (25) dan Chaca (25) yang indekos di Jalan Bulak Banteng Baru Gang Gading, Kenjeran.

"Tersangka Adib dan Chaca ini ternyata sepasang suami istri. Keduanya mengaku sudah lama menikah, tapi hanya nikah siri," jelas Iptu Evan.

Sementara tersangka Adib mengaku baru sekali ini mengisap sabu bersama istri siri dan temannya tersebut. Dalihnya untuk stamina saat bekerja.

"Kerja nguli. Kuli bangunan. Serabutan juga," katanya.

Adib menyebut sabu itu diperolehnya dari seorang pengedar bernama Pendek, di kawasan Jalan Sencaki. Satu poket sabu ia beli dengan harga Rp100 ribu.


Baca Juga : Polri Gagalkan Penyelundupan Sabu 70 Kg Sindikat Malaysia

"Belinya patungan sama teman saya (Adam)," tuturnya.

Polisi saat ini masih mengembangkan kasus tersebut. Memburu pengedar yang telah menyuplai sabu terhadap para tersangka. Pengedar itu sudah ditetapkan sebagai DPO dan kini tengah diburu.


Baca Juga : Dicampur dengan Ikan Asin, Sindikat Internasional Selundupkan 70 Kg Sabu

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini