nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SNMPTN 2020, Gigih Berjuang Demi Wujudkan Impian Kuliah di PTN

Hairunnisa, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 13:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 23 65 2157139 snmptn-2020-gigih-berjuang-demi-wujudkan-impian-kuliah-di-ptn-leHe3PbD0F.jpg Ilustrasi Mahasiswa. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menjelang tahun ajaran baru, para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi wajib tahu soal dunia perkuliahan. Salah satunya mengenai jurusan.

Jurusan sangat penting, sebagai landasan Anda akan kerja di mana nanti. Hanya saja dalam menentukannya, tidak semua jurusan yang kita ingin bisa didapat. Misalnya, ingin jurusan keperawatan tapi malah ke ekonomi, karena saat ujian penerimaan gagal.

Nah, hal ini yang wajib kalian antisipasi, bila jurusan yang diinginkan tidak tercapai, alternatif pilihan lainnya harus disiapkan. Tak hanya itu, bila tidak masuk kampus yang diinginkan, kalian juga wajib mencari alternatif lainnya.

Baca Juga: Calon Mahasiswa, Cek Fakta Terbaru SNMPTN 2020

Seperti pengalaman Ade Bayu Erlangga yang ingin kuliah teknik malah jadi mahasiswa ekonomi. Awalnya dia berupaya untuk mencapai keinginannya berkuliah di ITB akan tetapi takdir berkata lain, dia malah masuk UGM.

Berawal dari keinginannya untuk menjadi seorang analis tambang, Abey panggilan akrabnya mencoba untuk mendaftar ITB, semua ujian pun ia ikuti dari SNMPTN hingga ujian mandiri. Akan tetapi sayang, semua itu gagal, Abey pun tidak putus asa ia mencoba untuk masuk Kedokteran Universitas Gajah Mada, tetapi lagi-lagi usahanya tersbut gagal.

"Karena aku ingin menyenangkan ibuku yang seorang suster (perawat). Tapi gagal juga. Emang nasib yeee," ungkapnya mengutip dari buku ‘Cara Memilih Program Studi di Perguruan Tinggi 2013’, karya Arthur Kemal Pamungkas, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga: Fakta SNMPTN 2020, Nomor 6 Jangan Sampai Terlewat

Meski gagal terus, tapi keinginannya tetap satu, yaitu berkuliah di teknik pertambangan. Akhirnya Abey memutuskan untuk masuk kuliah dulu sementara di jurusan Ekonomi di salah satu universitas swasta di Malang. Alasannya simple, karena biaya dan jurusan eknomi biayanya jauh lebih murah dari pada jurusan lain di universitas swasta tersebut.

"Lalu aku mencoba beberapa ujian masuk tahun itu. Tanpa sepengtahuan ibu-bapakku dan dengan uang sendiri, aku coba ujian tertulis UGM, simak UI, daftar jurusan Akuntanis STT Telkom," Jelasnya.

Setelah ibunya tahu bahwa ia diterima di UGM dan STT Telkom, sang ibu menyuruhnya untuk mengambil UGM, karena alasan biayanya yang relatif lebih murah. Meski begitu tekadnya untuk masuk ITB tetap bulat, ia pun ikut daftar SNMPTN lagi memilih ITB dan diterima, namun sayang Abey terlambat daftar ulang, dan membuatnya gagal lagi masuk ITB.

Kedua orangtua Abey menyuruhnya untuk mengambil kuliah di UGM, dan akhirnya aku mengambil jurusan ekonomi, alasanya waktu semasa berkuliah di universitas swasta di tahun sebelumnya, banyak buku kuliah yang ditulis oleh-oleh dosen UGM. Sampai-sampai ia bertemu dengan salah satu penulis buku ekonomi favoritnya saat berkuliah di UGM.

"Sewaktu SMA aku menganggap jurusan ekonomi adalah jurusan tersulit, ternyata benar belajar ilmu ekonomi sangatlah sulit,"jelasnya.

Meski sulit, Abey tetap berusaha agar bisa belajar ilmu ekonomi di UGM. Salah satu tokoh inpirasinya dalam dunia ekonomi adalah Muhammad Yunus peraih penghargaan Nobel yang berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin di Bngladesh dengan cara menciptakan kredit kecil bagi para wanita seperti penganyam tikar dan kemudian di jual dengan untung.

"Semangatnya dan tindakkannya yang melawan dan meniadakan mayarakat miskin sangat menginspirasi dan memotivasiku," jelasnya.

Banyak sekali teman-temanku yang setelah lulus, berharap bisa bekerja di bank, kementrian keuangan, dll. tapi aku tetap ingin menjadi analis pertambangan. Alasannya mata kuliah tentang ekonomi industri yang cukup berdekatan dengan industri pertambangan bisa membuatnya tetap tegus dalam bidang ini.

Dari semua pengalamannya itu, ada pelajaran penting yang dapat diambil, yaitu meski pernah gagal janganlah menyerah, percaya bahwa Yang di Atas punya rencana lain. Jadi jangan pernah menyerah ya calon mahasiswa.

"Aku belum mencapai sukses, namun yakin bahwa jalan yang kuambil benar adanya. Tidak salah meski kesalahan itu bisa kita perbaiki kemudian, lebih baik kita merancang kehidupan kita di awal agar tidak menyesal di kemudian hari," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini