nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rampok dan Bunuh Guru SMP, Pasutri Ini Ambil Rp350 Ribu

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 22:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 24 519 2157994 rampok-dan-bunuh-guru-smp-pasutri-ini-ambil-rp350-ribu-UgertFGrfX.jpg Pasutri merampok dan membunuh guru SMP 1 Perak di Jombang, Jawa Timur (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

JOMBANG - Pasangan suami istri (pasutri), Wahyu Puji Wijanarko (30) dan Sari Wahyu Ningsih (21) hanya bisa tertunduk lesu saat diamankan ke Polres Jombang. Warga Dusun Ngrandu, Desa Cangkring Ngrandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang itu ditangkap karena membunuh guru SMP 1 Perak, Elly Marida (45).

Kapolres Jombang AKBP Boby Paludin mengatakan, keduanya adalah pelaku utama dalam pembunuhan dan perampokan terhadap Eli Marifah.

"Pelaku ini sepasang suami istri. Mereka kita amankan setelah melakukan penyelidikan selama tiga minggu," ujar Boby Paludin di Mapolres Jombang, Kamis (24/1/2020).

Baca Juga: Ibu Tersangka Masih Tak Percaya Anaknya Terlibat Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Ilustrasi

Pasutri bernama tega membunuh sang guru matematika ini karena ingin menguasai harta benda korbannya, yang beralamat di Dusun Tondowulan, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

"Awalnya kedua pelaku ini mencari rumah kos. Lalu kemungkinan dua pelaku ini melihat kekayaan korban muncul niat ingin mengambil harta benda korban. Lalu kedua pelaku pamit dengan alasan beberapa waktu akan kembali menempati kosnya," tuturnya.

Pasutri ini berbagi peran dalam melancarkan aksinya. Sari Wahyu Ningsih, awalnya mengajak berbincang korban di rumahnya, sedangkan suaminya kemudian masuk dari dapur dan mencekik korban sampai lemas dari belakang.

"Korban yang dicekik dari belakang akhirnya langsung dieksekusi, namun karena tidak meninggal dunia, korban dipukul pakai paving," tuturnya.

Pelaku kemudian mengambil sejumlah harta benda korban, mulai dari perhiasan, uang Rp350 ribu, dan handphone. Kepada petugas, keduanya mengaku terpaksa merampok dan membunuh korban lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

"Kerja tukang bangunan. Untuk kebutuhan sehari-hari. Saya menyesal," kata pelaku.

Baca Juga: Polisi Pastikan Eksekutor Pembunuhan Hakim Jamaluddin Tak Konsumsi Narkoba 

Atas perbuatannya, kedua pelaku pembunuhan dijerat dengan Pasal 339 KUHP Sub 338 KUHP, serta Pasal 365 Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini