nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengedar Digerebek Polisi saat Kemas Ganja di Kos

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 23:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 24 519 2158035 pengedar-digerebek-polisi-saat-kemas-ganja-di-kos-wUpNleWLux.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

SURABAYA – Seorang pengedar narkoba jenis ganja digerebek tim Satreskoba Polrestabes Surabaya. Ia ditangkap usai mengemasi paket ganja di sebuah indekos, Jalan Stail No 22, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Saat diamankan dan digeledah, petugas menemukan barang bukti ganja sebanyak lima paket dengan berat 23,54 gram. Selain itu, tim menyita sebuah sterofoam berisi ganja dengan berat 6,65 gram beserta bungkusnya.

Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, membenarkan penangkapan terhadap pelaku pengedar ganja tersebut. Ia mengatakan pelaku diringkus pada Selasa (21/1) malam sekitar pukul 19.00 WIB, di tempat kosnya.

"Pelaku merupakan target operasi kami. Saat dapat info ia tengah berada di tempat kosnya, langsung kami lakukan pengintaian hingga kemudian kami gerebek. Saat itu yang bersangkutan sedang santai setelah ambil barang," ucap Memo, Jumat (24/1/2020).

Ilustrasi

Penggerebekan saat itu dipimpin Kanit Idik III, Iptu Eko Julianto bersama anggotanya. Kemudian, bersama bukti, pelaku yang teridentifikasi bernama Hari Purnomo (27) warga Margorukun Lebar, Gundih, Bubutan, Surabaya, langsung dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sudah mengedarkan ganja sekitar satu tahun terakhir. Ia mengaku dapat barang dari seseorang berinisial I, dengan sistem ranjau. I saat ini masih kita buru," katanya.

Memo menambahkan, setiap selesai mengambil ranjauan, tersangka Hari kemudian mengemasnya kembali dalam peket-paket sesuai permintaan atau pesanan para pelanggannya.

Hari tidak pernah memilih pelanggan. Ganja tersebut diedarkan ke semua kalangan, namun tetap yang dirasa menurutnya aman dari pantauan polisi. Pelanggannya tidak hanya di Surabaya, juga di luar Kota Surabaya.

"Kami masih akan kembangkan kasus ini. Memburu bandar atau semua jaringan di atasnya, yang selama ini telah mengendalikan tersangka Hari," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini