nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suara Gemuruh Longsor Talud di Sragen Bikin Warga Panik

Edi Hidayat, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 22:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 25 512 2158336 suara-gemuruh-longsor-talud-di-sragen-bikin-warga-panik-Oamn36iikU.jpg Ilustrasi Longsor (Foto: Okezone)

SRAGEN – Hujan lebat selama 2 jam di wilayah Bayanan membuat talud sepanjang 20 meter longsor, Sabtu (25/1/2020). Longsornya talud milik Sukimin, warga Bayanan RT 014, Desa Jambeyan, Sambirejo, sragen ini mengancam rumah pemukiman sekitar.

Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Sambirejo, Sragen, Sunoto, mengatakan bencana alam itu bermula saat hujan deras mengguyur wilayah Bayanan, Jumat 24 Januari 2020 malam.

Saat hujan, Sukimin mendengar ada suara gemuruh. Dia mengatakan saat itu Sujimin langsung mengecek ke asal suara itu. Sukimin melihat talut pekarangan yang berada di samping rumahnya longsor ke areal tegalan di lembah di bawahnya sedalam tiga meter.

“Longsoran talud dan tanah itu menimbun pekarangan Ibu Harjo Waginem, warga Bayanan RT 014, Jambeyan. Setelah melihat kondisi itu Sukimin melapor ke perangkat desa kemudian dilaporkan ke Polsek Sambirejo. Talut tersebut panjangnya 20 meter. Tembok itu terbuat dari batu. Kerugian diperkirakan Rp15 juta,” ujar Sunoto, seperti dikutip Solopos, Sabtu (25/1/2020).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, mengatakan pihaknya mendapat laporan pada Sabtu siang. Dia mengatakan talut yang longsor itu ukurannya 20 meter x 3 meter.

Longsor
(Foto: Ilustrasi Longsor/Okezone)

Baca Juga: Talud 20 Meter di Sragen Longsor Usai Diguyur Hujan Lebat 2 Jam

Sugeng Priyono mengatakan talut itu longsor lantaran tidak kuat menahan air hujan. Sebab, saat itu terjadi hujan deras sekitar dua jam.

“Longsornya talut itu meresahkan warga setempat karena lokasi longsor dekat dengan perumahan warga. Kami sudah mengirim tim untuk cek lokasi. Kami berencana untuk bekerja bakti pada Minggu (26/1/2020) pagi. Kami mengimbau warga agar saat terjadi hujan dengan durasi lama segera waspada untuk meninggalkan rumah sebagai upaya antisipasi longsor susulan,” terang Sugeng Priyono.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini