nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banjir Bandang Melanda Kabupaten Batang Jawa Tengah

iNews TV, Jurnalis · Minggu 26 Januari 2020 11:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 26 512 2158450 banjir-bandang-melanda-kabupaten-batang-jawa-tengah-JnSDc26Nep.jpg Ilustrasi banjir. (Foto: Dok Okezone)

BATANG – Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah hujan deras terjadi di sana pada Sabtu 25 Januari 2020. Derasnya air membuat sebuah masjid di Desa Subah, Kecamatan Batang, rusak. Tembok masjid sampai ambrol diterjang banjir.

Peristiwa ambrolnya tembok Masjid Sabilul Huda itu terekam dalam video yang beredar luas di masyarakat. Dalam rekaman tersebut, warga berteriak panik melihat tembok masjid yang ambrol diterjang derasnya air.

Air bah juga menenggelamkan ratusan rumah di Desa Klidang dan Karangasem. Warga yang rumahnya terendam banjir masih bertahan di rumah dan belum ada yang mengungsi.

Tidak ada korban jiwa dalam banjir ini, namun masjid untuk sementara tak bisa dipakai warga, karena selain terendam banjir, beberapa bagian tembok rusak dan khawatir ambrol.

Berdasarkan pantauan, banjir bandang di Kabupaten Batang juga merendam ruas Jalur Pantura di wilayah itu dengan ketinggian 30–50 sentimeter.

Akibat banjir, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terhambat karena kendaraan harus berjalan pelan dan banyak yang menepi karena tidak berani melintas.

"Banjir melanda beberapa lokasi secara bersamaan. Saat ini kami masih menginventaris kerusakan juga kerugian," kata Bupati Batang Wihaji saat mengunjungi beberapa lokasi yang diterjang banjir, Sabtu 25 Januari 2020 malam, mengutip dari iNews TV.

Dia meminta warga tetap tenang, namun waspada jika air kembali meninggi, diharapkan warga segera mengungsi mencari tempat yang aman.

Sedangkan warga yang rumahnya terendam banjir, kata dia, telah disiapkan bantuan makanan juga obat- obatan.

Terkait masjid yang temboknya ambrol diterjang banjir, jelas dia, akan segera diberi bantuan supaya bisa digunakan warga beribadah lagi.

"Untuk Jalur Pantura yang sering terendam banjir, kami meminta pemerintah pusat melakukan penanganan dengan peninggian dan membuat tanggul kanan kiri dan saluran air yang besar," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini