Mahasiswa Saintek Ciptakan Alat Pendeteksi Stunting

Hairunnisa, Okezone · Minggu 26 Januari 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 26 65 2158405 mahasiswa-saintek-ciptakan-alat-pendeteksi-stunting-3Wiim4rPqO.jpg Cegah Stunting pada Anak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Permasalahan stunting pada balita pada beberapa tahun terakhir memang menjadi sorotan utama di Indonesia. Terlebih lagi menurut riset tahun 2013, prevalensi stunting balita di Indonesia mencapai angka 37,8%.

Baca Juga: Pemerintah Ingin Cegah Stunting Lewat Edukasi Risiko Pernikahan Usia Dini

Maka dari itu terbentuklah sebuah inovasi untuk menciptakan aplikasi untuk mendeteksi stunting pada anak.Aplikasi tersebut berupa sistem pakar dimana pakar langsung dari dokter anak. Selain itu, output-nya pengguna sistem dapat mengetahui kondisi stunting pada anak dengan cara yang cepat dan tepat.

Bentuk inovasinya berupa sistem pakar di mana pakarnya ini langsung dari dokter anak. Dari pengetahuan pakar, buat rule untuk mendeteksi stunting pada anak. Outputnya, pengguna sistem bisa mengetahui kondisi stunting pada anak dengan cara yang cepat dan tepat.

Baca Juga: Metode Kanguru, Bantu Perkembangan Bayi dengan Berat Badan Rendah

Dalam prosesnya, pembuatan aplikasi tersebut bekerja sama dengan posyandu di Kota Bontang untuk pengambilan data. Sementara pakar dokter anak berasal dari rumah sakit Wahab Sjahranie, Bontang. Kota Bontang dipilih karena persentase stunting yang masih tinggi.

Aplikasi inovasi ini dibuat oleh mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST Unair) Farissa Riski Rahmadona. Aplikasi tersebut diberi nama “Expert System Detecting Stunting in Children Using Certainty Factor Method : A Web Based Application“.

Farissa menyampaikan bahwa dalam prosesnya, materi menjadi salah satu kesulitan. Hal itu karena latarbelakang studi yang berbeda dengan materi yang diambil.

“Kesulitannya karena saya bukan orang medis, saya harus belajar istilah permasalahan gizi anak,” ujar mahasiswa Sistem Informasi tersebut seperti dilansir situs resmi Unair, Minggu (26/1/2020),

Farissa berharap ke depan aplikasi tersebut dapat dikembangkan dan dapat menghasilkan hasil yang akurat. Serta, berguna untuk mendeteksi stunting pada anak lebih cepat dan tepat.

“Karena kondisi stunting yang terlambat diketahui akan memiliki dampak yang buruk untuk perkembangan anak,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini