nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maskapai AS Didenda Rp682 Juta karena Usir Penumpang Muslim dari Pesawat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 07:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 27 18 2159051 maskapai-as-didenda-rp682-juta-karena-usir-penumpang-muslim-dari-pesawat-GHP4YJLzdz.jpg Foto: Reuters.

DEPARTEMEN Transportasi Amerika Serikat (DoT) telah menjatuhkan denda kepada maskapai Delta Air Lines sebesar USD50.000 (sekira Rp682 juta), karena memerintahkan tiga penumpang Muslim turun dari pesawat, bahkan setelah pejabat keamanan perusahaan itu sendiri menyatakan mereka boleh bepergian.

Delta membantah bahwa mereka mendiskriminasi para penumpang dalam dua insiden terpisah, tetapi setuju bahwa situasi itu bisa ditangani dengan cara yang berbeda. Hal itu disampaikan di dalam sebuah perintah persetujuan yang dirilis DoT pada Jumat, 24 Januari 2020.

DoT mengatakan, Delta telah melanggar undang-undang anti-bias dengan memindahkan ketiga penumpang tersebut. Maskapai itu juga diperintahkan memberikan pelatihan sensitivitas budaya kepada pilot, pramugari, dan agen layanan pelanggan yang terlibat dalam insiden tersebut.

Dalam satu insiden pada 26 Juli 2016, pasangan Muslim diturunkan dari pesawat Delta Penerbangan 229 di Bandara Charles de Gaulle, Paris setelah seorang penumpang mengatakan kepada pramugari bahwa perilaku pasangan itu membuatnya "sangat tidak nyaman dan gugup".

“Nyonya X” wanita dari pasangan Muslim itu disebutkan mengenakan hijab, dan penumpang itu mengatakan suami perempuan tersebut, yang disebut sebagai “Tuan X”, memasukkan sesuatu ke arlojinya. Pramugari mengatakan dia melihat “Tuan X mengirim SMS di ponselnya menggunakan kata Allah beberapa kali.

Kapten kemudian berbicara dengan petugas keamanan Delta, yang mengatakan pasangan itu adalah warga AS yang kembali pulang dan "tidak ada bendera merah", istilah untuk hal yang mencurigakan, pada keduanya. Namun, sang kapten menolak untuk membiarkan mereka naik kembali ke pesawat.

DoT mengatakan, kapten pesawat gagal mengikuti protokol keamanan Delta dan tampaknya tanpa persepsi terhadap agama yang diduga dianut Tuan dan Nyonya X, Delta tidak akan menurunkan mereka atau menolak mereka naik kembali ke penerbangan mereka.

Kasus lain yang disebutkan dalam perintah DoT itu terjadi lima hari kemudian di Amsterdam. Para pramugari dan penumpang mengeluh tentang seorang penumpang Muslim.

Meskipun co-pilot tidak melihat sesuatu yang aneh pada pria itu dan kantor keamanan Delta mengatakan bahwa catatannya tidak menimbulkan kekhawatiran, kapten pesawat menurunkan penumpang itu dan menggeledah tempat duduknya.

Pria itu tidak dikenakan pemeriksaan tambahan sebelum naik ke penerbangan berikutnya, yang menurut DoT menunjukkan bahwa pengusirannya dari penerbangan Delta yang pertama ditumpanginya adalah tindakan diskriminatif.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mempertanyakan besaran denda yang dianggap hanya seperti pukulan di tangan, terutama jika mempertimbangkan bahwa maskapai itu menghasilkan USD4,8 miliar tahun lalu.

"Tapi itu pertanda baik bahwa DOT menganggap ini serius," kata Direktur Eksekutif CAIR cabang Cincinnati, Karen Dabdoub sebagaimana dilansir Al Jazeera, Selasa (28/1/2020).

. "Saya senang melihat Delta menerima semacam sanksi."

Pemerintah tidak menjelaskan bagaimana ukuran denda itu ditentukan, tetapi mengatakan bahwa pihaknya "membuat pencegah yang kuat terhadap praktik-praktik serupa yang melanggar hukum di masa depan oleh Delta dan perusahaan penerbangan lainnya."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini