nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Menyebar ke Luar China, Pakar Paru-Paru UGM: Jangan Panik

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 13:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 27 65 2158876 virus-korona-menyebar-ke-luar-china-pakar-paru-paru-ugm-jangan-panik-bafXq6Uvyj.jpg Pengamanan Bandara (Okezone)

JAKARTA - Kemunculan virus corona di China yang telah menyebar ke sejumlah negara, seperti Amerika, Jepang, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Makau hingga Singapura, telah menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, termasuk Indonesia. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak panik.

Pakar Penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru (Internis Pulmonologist) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM dr. Sumardi, Sp.PD,KP., FINASIM., mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak khawatir secara berlebihan menghadapi virus corona ini.

 Baca juga: Bangun Rumah Sakit Dadakan 6 Hari, Pemerintah China Gunakan Tanah Arena Hiburan

Kendati begitu, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

 Pemeriksaan dari virus korona

“Virus corona ini bisa menyerang siapa saja segala usia, tetapi risiko lebih besar pada orang dengan daya tahan tubuh lemah,” jelasnya, seperti dikutip dari laman UGM, Senin (27/1/2020).

 Baca juga: Virus Korona Mewabah, Muhammadiyah Minta Pemerintah Pulangkan WNI dari Wuhan

Sumardi mengatakan virus corona dapat menimbulkan efek serius pada orang dengan penyakit kornis, seperti jantung, diabetes, liver, kanker dan lainnya. Sebab, kelompok tersebut mempunyai imunitas rendah sehingga rentan terkena serangan virus.

Serangan virus ini pada orang dengan sistem imun lemah dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan bawah yang lebih serius bahkan menyebabkan kematian.

Virus corona yang menginfeksi pada manusia umumnya memunculkan gejala, seperti flu, batuk, demam, dan sakit kepala.

Pada orang dengan daya tahan tubuh kuat, gejala ini biasanya akan hilang atau sembuh dalam waktu tidak lama.

“Gejalanya sama persis seperti orang flu sehingga kadang membuat bingung. Namun, saat di hari kedua masih demam dan tiba-tiba sesak nafas harus segera dibawa ke rumah sakit, apalagi yang habis pulang dari China karena ada risiko terinfeksi,” tegasnya

Virus corona yang muncul di Wuhan, China, disampaikan Sumardi, merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pernafasan, seperti SARS dan MERS. Virus corona biasa dijumpai pada hewan, seperti musang, unta, dan kelelawar. Tidak hanya menginfeksi hewan, tetapi virus ini bisa menular dari hewan ke manusia serta dapat menular antar manusia.

Penyebaran virus corona antar manusia terjadi melalui sejumlah cara. Antara lain lewat udara dengan batuk dan kontak dengan berjabat tangan atau menyentuh benda dengan virus di atasnya.

“Virus corona ini baru muncul pada 2002 pada kasus SARS dan MERS pada 2012. Saat ini yang muncul bukan virus baru, tapi virus corona yang telah bermutasi dan karena mutasi jadi lebih berbahaya,” tutur Kepala Divisi Pulmonologi dan Penyakit Kritis RSUP Dr. Sradjito ini.

Dia menuturkan hingga saat ini belum ditemukan obat untuk virus corona. Namun demikian, tubuh dengan imunitas kuat virus ini dapat dilawan. Sementara pada orang dengan penyakit kronis, pengobatan dengan terapi suportif.

“Misalnya pada pasien jantung dengan memasang alat pacu jantung agar jantungnya tidak berhenti dan untuk pasien penyakit paru dipasang ventilator untuk memberikan bantuan nafas,” urainya.

Sumardi menyebutkan tidak pernah ditemukan kasus virus corona di tanah air. Meskipun begitu, upaya antisipasi pencegahan dan penyebaran virus corona perlu dilakukan oleh pemerintah dengan memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia. Terlebih saat ini virus corona telah menjangkit hingga ke Singapura.

“Harus ada isolasi, pergi ke Singapura harus sangat dibatasi terutama pada warga Batam yang mudah keluar masuk Singapura lewat pelabuhan. Masyarakat Batam harus diberitahu risiko penularan corona ini,” ujarnya.

Apa virus Wuhan?

 

Seperti dikutip BBC, Virus korona Wuhan merupakan jenis virus korona lainnya, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

SARS yang disebabkan virus korona, menjangkiti 8.098 orang di China pada 2002-2003. Tercatat 774 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Virus Wuhan dan virus SARS memiliki gejala yang mirip. Pasien yang diduga terinfeksi virus akan mengalami demam tinggi, batuk, sesak pernapasan hingga bisa menyebabkan kematian.

Sejumlah negara memperketat bandara serta menyaring individu yang baru tiba dari China, khususnya Wuhan.

Singapura dan Hong Kong melakukan screening terhadap penumpang pesawat yang terbang dari Wuhan, China.

Pihak berwenang Amerika Serikat juga dengan sasaran para penumpang yang menggunakan penerbangan langsung atau terhubung dengan Wuhan.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini