Begini Tahap Pemulangan Mahasiswa RI yang Berada di China

Hairunnisa, Okezone · Selasa 28 Januari 2020 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 65 2159771 begini-tahap-pemulangan-mahasiswa-ri-yang-berada-di-china-YRS3wJqxPj.jpg Ilustrasi pemeriksaan wisatawan di bandara (Dok. Okezone)

JAKARTA - Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di Beijing, Yaya Sutarya mengatakan Otoritas Republik Rakyat Tiongkok membuka diri dan menghargai semua permintaan informasi termasuk langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pemulangan warga negara asing.

Semua permintaan, kata Yaya, akan dilayani sesuai aturan dan regulasi kesehatan nasional dan internasional.

"Sesuai aturan kesehatan Tiongkok dan internasional, salah satu tahap untuk keluar dari wilayah isolasi adalah karantina 14 hari sebelum berangkat dan 14 hari setelah tiba di tempat baru," ujar Yaya seperti dilansir dari Kemendikbud.go.id, Selasa (28/1/2020).

Yaya mengatakan, KBRI telah memulangkan 12 mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Wuhan ke Indonesia. Mereka dilaporkan sebagai mahasiswa yang saat wabah merebak sedang berada di Xian, Chongqing, dan Shanghai, kemudian tidak bisa kembali ke Wuhan karena penutupan akses (isolasi).

"KBRI secara aktif membantu mahasiswa yang mau pulang ke Indonesia. Kecuali daerah yang sudah diisolasi otoritas. Kita sedang berusaha berkomunikasi bersama negara-negara lain agar diberikan akses," kata Yaya.

Baca Juga : Nadiem Makarim ke Mahasiswa RI di China: Tenang dan Tidak Panik

Sementara, Nugraha Krisdiyanta dari PPIT Wuhan mengimbau agar masyarakat, terutama keluarga mereka di Indonesia tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan ataupun hoaks yang beredar di media sosial. Berita-berita yang tidak benar tersebut membuat WNI yang tinggal di dalam lokasi karantina stress dan sempat memicu kepanikan.

"Dengan sejujurnya saya menyatakan bahwa kondisi kami di Wuhan baik-baik saja. Semua mahasiswa dalam keadaan sehat. Ketersediaan bahan pangan tercukupi. Kalaupun menipis, masih ada supermarket yang buka. Seandainya pun kekurangan dana, kami masih memiliki dana di PPIT Wuhan yang bisa digunakan untuk berbelanja." tutur Nugraha.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini