nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Ada Jalan, Orang Sakit di India Ditandu 12 Km ke Ambulans

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 30 18 2160577 tak-ada-jalan-orang-sakit-di-india-ditandu-12-km-ke-ambulans-jvfovwXHmC.jpg Foto: Reuters.

HYDERABAD - Penduduk sebuah desa di Negara Bagian Andra Pradesh, tenggara India berpacu dengan waktu ketika mereka menempuh jarak 12 kilometer dengan berjalan kaki untuk membawa seorang lelaki yang sakit parah ke sebuah ambulans. Hal itu dikarenakan ambulans tersebut tidak bisa menjangkau pasien di medan yang tidak memiliki jalan.

Jarata Nagaraju, 22 tahun, dari distrik Vizianagaram di Andra Pradesh India menderita kasus penyakit kuning akut selama beberapa hari dan sangat membutuhkan bantuan medis. Satu-satunya masalah adalah tempat terdekat yang bisa dijangkau ambulans berada sekira 12 kilometer dari rumahnya, jarak yang tidak semua orang sehat bisa jangkau dalam sekali jalan.

Karena kondisi pria itu tidak menjadi lebih baik, rekan-rekannya di desa memutuskan untuk mengurus semuanya sendiri dan memulai perjalanan yang sangat melelahkan.

Mereka membawa Nagaraju di atas tandu darurat sampai ke jalan yang cukup layak untuk ambulans. Di sana mobil tersebut sudah menunggu kedatangan mereka.

“Penduduk dusun membawa pasien hampir 12 km dan mencapai jalan. Dari sana pasien dibawa dengan ambulans,” kata seorang dokter seperti dikutip kantor berita ANI.

Nagaraju dibawa ke rumah sakit setempat dalam kondisi kritis, dan diberikan pertolongan pertama. Dia kemudian dipindahkan ke rumah sakit lain untuk perawatan lebih lanjut.

Video upaya penyelamatan dramatis warga desa telah memunculkan banyak dukungan untuk pria itu di media sosial.

“Ini memilukan. Saya harap orang tua itu menjadi sehat dan desa mereka segera jalan, ”tulis seorang komentator sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (30/1/2020).

Banyak yang menggunakan kesempatan itu untuk menyesali kurangnya infrastruktur dasar di daerah yang tampaknya merupakan daerah adat, dengan beberapa orang menyarankan lelaki itu lebih baik diterbangkan lewat udara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini