Semarak Cap Go Meh di Singkawang di Tengah Serangan Virus Korona

Ade Putra, Okezone · Kamis 30 Januari 2020 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 340 2160913 semarak-cap-go-meh-di-singkawang-di-tengah-serangan-virus-korona-PgFd5TRyor.jpg Perayaan Cap Go Meh di Singkawang (foto: Ist)

PONTIANAK - Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2571 hingga Festival Cap Go Meh (CGM) 2020 digelar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Puncaknya pada Sabtu 8 Februari mendatang akan mengundang Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri.

Berbeda dengan sebelumnya, Cap Go Meh kali ini berlangsung di tengah hebohnya virus korona yang pusat sebarannya di China, negeri asal budaya Cap Go Meh.

Baca Juga: Kekhawatiran Sujak, Bapak Asal Cikarang yang Anaknya Terjebak di Wuhan China 

Cap Go Meh di Singkawan selalu semarak dan dihadiri puluhan ribuan warga. Panitia harus bekerja ekstra dalam hal mengantisipasi masuknya virus korona.

Festival CGM di Singkawang bukan lagi sebatas acara kebudayaan masyarakat Tionghoa. Kegiatan ini telah menjadi daya tarik pariwisata unggulan di Indonesia.

Wisatawan mancanegara seperti dari Malaysia, Singapura, Taiwan bahkan daratan China hampir setiap tahun ikut hadir melihat gelaran budaya CGM di kota yang dijuluki Seribu Kelenteng ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Bujang Syukrie mengatakan, tahun lalu saja jumlah penonton festival Cap Go Meh di Singkawang mencapai 76 ribu orang lebih dari Kalbar maupun luar negeri.

"Tahun ini kita memang sudah mempersiapkan antisipasi keamanan kesehatan. Khususnya pencegahan masuknya virus korona ke Kalbar di acara Cap Go Meh 2020," kata Bujang kepada wartawan, Kamis (30/1/2010).

Cap Go Meh  

Berbagai langkah antisipasi dan pencegahan virus korona telah dilakukan sejak jelang Tahun Baru Imlek 2571 pada 25 Januari 2020. Pemkab Singkawang dan Pemprov Kalbar sudah duduk bersama.

Langkah antisipasi itu di antaranya memperketat pintu-pintu masuk Kalbar baik di bandara, pelabuhan dan pintu perbatasan RI-Malaysia. Di pintu-pintu ini dilengkapi dengan thermoscanner atau alat pengukur suhu tubuh.

"Bagi orang luar yang memiliki suhu badan tinggi dilarang masuk, dan bila WNI bersuhu badan tinggi akan dirawat," jelas dia.

Fasilitas kesehatan untuk menangani pasien suspect virus korona juga sudah disiapkan, mulai dari rumah sakit hingga ruang karantina.

Warga yang ingin menyaksikan Cap Go Meh 2020 di Singkawang diimbau memakai masker.

"Jadi silahkan tetap hadiri dan meramaikan perayaan Cap Go Meh 2020 di Kota Singkawang, panitia dan pemerintah daerah sudah mengambil langkah-langkah antisipasi sangat baik," terangnya.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meyakini para turis yang datang ke Singkawang untuk menyaksikan kemeriahan Festival CGM steril dari virus korona.

"Setiap pintu masuk orang asing ke Indonesia maupun Kalbar, sudah dijaga ketat. Alat deteksi suhu tubuh pun sudah dipasang di bandara dan pintu perbatasan. Petugas kesehatan juga sudah siaga," ujarnya.

Dia menyakini sistem pengamanan untuk mencegah masuknya virus korona ke Kalbar akan bekerja dengan maksimal. Masyarakat diminta tidak panik.

“Jika ada turis asing yang datang ke Singkawang untuk menyaksikan Cap Go Meh, saya yakin yang lolos pasti sudah steril. Karena sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan di setiap pintu masuk,” katanya.

Salah seorang Panitia Festival CGM 2020 Singkawang, Supardiana mengatakan pada gelaran Imlek 2020 hingga Featival CGM 2020 terdapat berbagai rangkaian acara. Di antaranya gelaran budaya daerah, expo, pemecahan rekor MURI replika Pagoda tertinggi setinggi 20,20 meter, pemilihan Hakka Ako dan Amoi Kota Singkawang. Rangkaian kegiatan ini dimulai sejak 23 Januari hingga 9 Februari 2020.

"Juga ada panggung hiburan yang menghadirkan berbagai artis lokal dan nasional seperti Cita Citata dan Aldi Taher, serta beberapa artis dari Malaysia dan negara lain," kata Supardiana.

Baca Juga: 5 Fakta Kota Wuhan Penyebar Utama Virus Korona 

Jelang 2 Februari, nanti akan ada atraksi liong atau tarian naga, festival kuliner, karnaval mobil hias. Dilanjutkan 6 Februari festival lampion hingga puncak acara pada 8 Februari CGM 2020 dengan atraksi tatung dan berbagai gelaran budaya multi etnis.

Semua rangkaian kegiatan dihelat di berbagai sudut pusat Kota Singkawang dan Stadion Kridasana.

"Kita berharap perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2020 pada kali ini tidak kalah meriah, dan akan lebih meriah dibandingkan tahun lalu," harapnya. (fid)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini