nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kantor Imigrasi Denpasar Kena 'Hack', Muncul Kata-Kata Tak Senonoh di Running Text

Jum'at 31 Januari 2020 17:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 31 244 2161394 kantor-imigrasi-denpasar-kena-hack-muncul-kata-kata-tak-senonoh-di-running-text-sfNgkKffTh.jpg Running Text di Kantor Imigrasi Denpasar di-'Hack' (foto: BP/asa)

DENPASAR - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Bali, diserang hacker pada Jumat (31/1/2020). Akibatnya, running text yang sebelumnya bertuliskan tentang pelayanan di imigrasi, malah muncul tulisan tidak senonoh.

Hingga Jumat siang, running text dengan kata tak senonoh itu masih menyala. Hacker itu mengaku bernama Evans.

Baca Juga: Hasil Autopsi Mayat Lina, Polisi Sebut Tak Ada Kejanggalan 

“Loo Ko**** semua hehehe, Ko**** Hacked by Evans,” itulah tulisan berjalan di pintu masuk Imigrasi Denpasar.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Salah seorang pengurus paspor, Elsa, mengaku bahwa dia tahu ada hacker di running text, siang setelah ada pengunjung lainnya melakukan charger ponsel di area pelayanan.

“Saat mau nyolok, ada satpam ngingetin. Kan ada tuh charge khusus. Nah satpam itu menunjukkan running text,” kata Elsa seperti dikutip Balipost.

Dia mengaku heran dan menyayangkan prilaku hacker yang menulis kata-kata jorok dan dibaca semua orang yang masuk pelayanan imigrasi. “Tidak pantaslah seperti itu,” sambung dia.

Sementara Pihak Imigrasi Kelas I TPI Denpasar tak habis pikir dengan hacker yang memasukan kata-kata tak senonoh dalam layar elektronik berjalan di atas pintu masuk pelayanan imigrasi.

Kasi Tikim (Teknologi dan Informasi) Rahmat Gunawan didampingi Kabag TU Agus Sudarsana, mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki siapa itu Evans yang mengaku sebagai hacker. Selain penyelidikan internal, pihaknya juga akan membentuk tim guna menguak kasus hacker ini.

Baca Juga: KPK Kehilangan Jejak Harun Masiku di PTIK, Polri: Jangan Berspekulasi 

“Tapi kita akan berkoordinasi dulu dengan pimpinan kami. Yang jelas, kami akan bentuk tim,” kata Rahmat Gunawan.

Dia menambahkan, pihaknya belum bisa menjelaskan, apakah pelaku itu orang internal imigrasi, atau eksternal.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini