nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Emak-Emak Jadi Tersangka Penyebar Hoaks soal Virus Korona

Amir Sarifudin , Okezone · Senin 03 Februari 2020 23:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 03 340 2162775 dua-emak-emak-jadi-tersangka-penyebar-hoaks-soal-virus-korona-g04YMSSNEn.jpg Polda Kaltim menangkap dua wanita penyebar hoaks soal Virus Korona (Foto: Okezone/Amir)

BALIKPAPAN - Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim menetapkan KR dan FB tersangka kasus penyebaran berita hoaks terkait adanya suspect Virus Korona di Balikpapan.

Sebelumnya, mereka diperiksa sebagai terperiksa dalam kasus penyebaran informasi melalui media sosial. Kabar yang mereka sebarkan menyebutkan, di Balikpapan sudah ada positif terjangkit virus dirawat RSKD Balikpapan pada pekan kemarin.

Polisi menahan KR terlebih pada Kamis 30 Januari di rumah sedangkan FB diamankan pada Senin (3/2/2020) pagi tadi. Keduanya merupakan perempuan.

RK merupakan Ibu Rumah Tangga sedangkan FB berprofesi sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Polisi mengamankan barang bukti handphone dan screenshot postingan di Facebook.

Baca Juga: 54 Informasi Hoaks Terkait Virus Korona Tersebar, Masyarakat Diminta Bijak

Postingan konten Virus Korona telah menyebar di Balikpapan menimbulkan keresahan di masyarakat terutama dalam grup media sosial dan pesan Whatsapp. Padahal dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) maupun rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus Virus Korona saat ini belum ada.Ilustrasi

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana didampingi Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim AKBP Albertus Andreana mengakui hal itu bahwa keduanya menyebarkan berita bohong

“Tersangka yang pertama KR memposting informasi bahwa berdasarkan informasi dari saudaranya (kerja di RS) sudah ada yang terkena Virus Korona, sedangkan yang kedua itu mendengar informasi saja sudah ada yang terkena virus Korona," jelasnya.

"Mungkin tujuannya baik untuk memberikan imbauan kepada masyarakat cuma caranya tentunya dengan yang tidak baik dengan menyebarkan berita bohong," jelas Ade, Senin (3/2/2020).

Ade mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang tidak benar apalagi terkait kasus yang lagi hangat.

Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim AKBP Albertus Andreana menambahkan ada dua kasus hoax di Balikpapan terkait informasi Virus Korona. Karena itu dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara.

"Dua-duanya melalui Facebook. Jadi ada dua kasus isu hoax Virus Korona, ada dua berkas masing-masing berkas satu tersangka untuk sementara tentunya masih dalam proses," ucapnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 14 ayat (2) dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Junto Pasal I Undang-Undang Nomor 73 Tahun 1958 tentang menyatakan berlakunya Undang-Undang nomor 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong. Dengan ancaman hukumannya 3 sampai 10 tahun. (kha)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini