nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Unair Punya Alat Pendeteksi Virus Korona

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 11:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 04 65 2163000 unair-punya-alat-pendeteksi-virus-korona-IOIcsm3iMt.jpg Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih (foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jatim memiliki alat pendeteksi virus korona sesuai standart World Health Organization (WHO). Virus korona sendiri telah menyebar di 25 negara dari Malaysia hingga Filipina.

Statusnya sudah terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona. Bahkan virus tersebut telah menewaskan ratusan orang yang ada di China.

Baca Juga: Evakuasi WNI dari China, Mahfud MD: Indonesia Dipuji Masyarakat Internasional 

Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, menyatakan Unair telah bekerja sama dengan Kobe University berhasil memiliki reagen atau alat untuk memeriksa dan mendeteksi virus korona yang berasal dari Wuhan.

Ini Pakaian APD untuk Kasus Virus Korona 

"Reagennya yaitu premier spesifik yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang suspect atau terkonfirmasi virus korona Wuhan. Ini merupakan berita baik untuk meyakinkan masyarakat luas akan status positif dan negatifnya virus korona di Indonesia," terang Nasih, Selasa (4/2/2020).

Menurut Nasih, jangan sampai di media tidak ada tapi di lapangan sebenarnya ada. Masyarakat bisa memanfaatkan lembaganya di LPT untuk mengidentifikasi ada tidaknya warga yang terkena virus korona.

Tidak butuh waktu lama dalam mengidentifikasi virus tersebut, hanya beberapa jam dengan mendeteksi sampel dahak pasien yang dikeluarkan. Akurasi dalam mendeteksi terjangkitnya virus tersebut yakni 99 persen.

"Di Indonesia hanya ada dua lembaga yang mempunyai reagen ini yakni di Unair dan Balitbang Kementerian Kesehatan. Dengan identifikasi tersebut diharapkan bisa menghasilkan riset yang benar-benar bisa mengatasi virus itu," paparnya.

Baca Juga: Bantah Telat Beri Informasi ke Warga Natuna, Menkominfo: Hoaksnya Gerak Lebih Dulu 

Cegah Virus Korona, Calon Penumpang Pesawat Kenakan Masker

Nasih menambahkan, pihaknya tidak berdoa agar virus itu ada, melainkan hanya upaya identifikasi. Pihaknya tetap berharap hal itu benar-benar tidak ada di Indonesia. Berkenaan dengan itu, Unair juga menyiapkan tim ahli dari RSUD DR Soetomo, RSUA, LPT dan beberapa pakar yang dikepalai oleh Prof. Soetjipto.

"Unair juga membuka peluang kerja sama seluas-luasnya. Jika ada universitas atau rumah sakit yang diduga terkena virus tersebut untuk bisa dibawa ke Unair dengan melalui proses identifikasi. Artinya, Unair siap dari proses identifikasi awal sampai tahap penyembuhan," tandas Nasih.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini