nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Oknum Guru di Medan Terlibat Duel, Disdik Ancam Jatuhkan Sanksi

Jum'at 07 Februari 2020 07:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 07 608 2164665 dua-oknum-guru-di-medan-terlibat-duel-disdik-ancam-jatuhkan-sanksi-LLjhmuGFOj.jpg Ilustrasi perkelahian. (Foto: Shutterstock)

MEDAN – Dinas Pendidikan Sumatera Utara sedang menyelidiki kasus duel guru SMAN 8 Medan di depan para siswa yang videonya viral di media sosial. Dari penyelidikan itu, Disdik Sumut siap memberikan sanksi atas tindakan kedua oknum guru yang dinilai telah mencoreng wajah pendidikan tersebut.

Kepala Disdik Sumut Cabang Dinas Medan Selatan R Zuhri Bintang mengungkapkan pihaknya sudah memeriksa Kepala SMAN 8 Medan Jonggor Panjaitan pada Rabu 5 Februari 2020. Kemudian juga diperiksa salah satu dari guru yang terlibat duel yakni DP yang juga putra kepala sekolah.

Baca juga: Viral Sesama Guru Duel Dalam Kelas di SMA Medan, Siswa Melerai 

"Sementara guru HM baru selesai kami lakukan pemeriksaan di kantor ini," kata Zuhri di Kota Medan, Kamis 6 Februari 2020, mengutip dari iNews.id.

Pemeriksaan awal yang digelar difokuskan untuk mendengarkan bagaimana kronologi kejadian berdasarkan versi masing-masing.

"Untuk sementara kita masih kita dengar dari masing-masing pihak. Apakah akan kami konfrontasi, akan kami lihat perkembangannya," ujar Zuhri.

Selain guru dan kepala sekolah, Zuhri juga akan memanggil beberapa siswa yang ada di dalam kelas untuk dimintai keterangan. Keterangan siswa ini dinilai penting karena mereka melihat langsung kejadian.

Rencananya Disdik memanggil mereka pada Kamis kemarin. Namun karena siswa tidak datang, pemanggilan dijadwalkan kembali hari ini, Jumat (7/2/2020).

Ia mengungkapkan, pihaknya akan melihat kasus ini lebih jauh. Jika kasus ini persoalan pribadi, maka dia akan meminta diselesaikan secara pribadi. Jika itu persoalan kedinasan, maka Disdik akan menyelesaikan secara administrasi.

"Kalau memang terbukti mereka melakukan kesalahan, tentu kami berikan tindakan administrasi sebagaimana posisi dia. Sanksi itu bisa peringatan maupun mutasi," kata Zuhri.

Ia mengatakan, Disdik tidak ingin para siswa di sekolah tersebut menjadi terganggu dengan pertengkaran kedua gurunya. Dia juga meminta Kepala SMAN 8 Medan menjaga agar proses belajar para siswa tidak terganggu.

"Anak-anak jangan sampai terganggu. Itu yang kami sampaikan. Sejauh ini saya duga hal ini adalah persoalan pribadi namun dilakukan di sekolah," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini