nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia Penjarakan Kelompok Muda yang Jalankan Jaringan Teroris Bawah Tanah

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 09:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 11 18 2166514 rusia-penjarakan-kelompok-muda-yang-jalankan-jaringan-teroris-bawah-tanah-iJB2iiNkNJ.jpg Bendera Rusia. (Foto/RT)

PENZA – Pengalidan Rusia memvonis enam hingga 18 tahun penjara kepada sekelompok aktivis muda yang dituding menjalankan jaringan teroris bawah tanah.

Melansir VOA, Selasa (11/2/2020) yang mengutip laporan pengadilan, ketujug terdakwa, yang berusia 20 tahunan, merencanakan aksi teror di tengah pemilihan presiden 2018 dan Piala Dunia.

Kelompok itu dikenal dengan nama "The Network," atau "Set" dalam bahasa Rusia.

Anggota tim itu juga dihukum atas tuduhan tambahan yaitu, pemilikan senjata dan narkoba.

Tertuduh lain dalam kelompok itu, Igor Shishkin, dijatuhi hukuman tiga setengah tahun bulan Januari 2019, setelah setuju untuk bekerja sama dengan para penyelidik untuk mendapoat keringanan hukuman.

Beberapa lainnya masih menghadapi dakwaan dalam persidangan paralel yang berlangsung di Moskow dan St. Petersburg. Namun, hampir semua pemuda itu mengatakan telah disiksa oleh agen-agen Keamanan Federal (FSB) supaya mengaku.

Namun jaksa menolak untuk menyelidiki tuduhan penyiksaan - dengan alasan penggunaan kejut listrik oleh FSB pada seorang terdakwa bisa dibenarkan.

Dalam kasus lain, pihak berwenang menjelaskan memar-memar di tubuh terdakwa disebabkan gigitan kutu busuk.

Para pengecam juga menyatakan keprihatinan bahwa bukti di dalam perkara itu dibuat-buat atau di luar konteks.

Jaksa penuntut, misalnya, menunjuk pada kecintaan para terdakwa terhadap "Strikeball" - sebuah permainan taktis militer dengan menggunakan senjata pelet dan granat palsu - sebagai bukti dari kelompok yang sedang bersiap melakukan serangan teroris.

Pihak berwenang menempatkan kelompok itu dalam daftar organisasi teroris tahun 2019, meskipun para pengecam kasus itu berpendapat, agen FSB sendiri yang membuat nama Set untuk menimbulkan rasa takut.

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov berpendapat, pemerintah tidak punya hak untuk campur tangan dalam tugas-tugas jaksa penuntut.

"Presiden lebih dari satu kali telah menyelidiki situasi ini, dan lebih dari satu kali memerintahkan agar segalanya dilakukan sesuai hukum," kata Peskov, dalam penjelasan hariannya kepada para wartawan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini