Lebih dari 100 Tentara AS Alami Cedera Otak dalam Serangan Rudal Iran

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 11 Februari 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 11 18 2166575 lebih-dari-100-tentara-as-alami-cedera-otak-dalam-serangan-rudal-iran-RqXpQAgVoO.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) pada Senin mengungkapkan peningkatan lebih dari 50% dalam jumlah kasus cedera otak traumatis (TBI) yang dialami personelnya sebagai akibat dari serangan rudal Iran di sebuah pangkalan di Irak bulan lalu. Angka terbaru menyebutkan jumlah personel militer yang didiagnosa mengalami cedera tersebut naik melebihi 100.

Tidak ada pasukan AS yang tewas atau mengalami cedera tubuh dalam serangan rudal Iran di Pangkalan Ain al-Asad di Irak. Serangan tersebut merupakan balasan atas pembunuhan jenderal utama Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS pada 3 Januari 2020.

BACA JUGA: 34 Tentara AS Alami Cedera Otak Akibat Serangan Rudal Iran

Reuters melaporkan pada Senin, 10 Februari 2020 melaporkan telah ada 100 kasus TBI yang dialami personel AS. Jumlah itu naik dari jumlah 64 kasus yang dilaporkan pada bulan lalu.

Dalam pernyataannya, Departemen Pertahanan AS, atau Pentagon mengonfirmasi bahwa 109 anggota militer AS telah didiagnosa dengan TBI. Disebutkan juga bahwa 76 di antara mereka telah kembali bertugas.

BACA JUGA: Pangkalan Pasukan AS di Irak Diserang Selusin Rudal, Iran: Pembalasan untuk Soleimani

Militer AS sebelumnya telah mengatakan bahwa ada kemungkinan peningkatan jumlah kasus TBI dalam beberapa pekan setelah serangan itu. Hal tersebut dikarenakan gejala TBI mungkin membutuhkan waktu sampai bisa dirasakan dan pasukan kadang-kadang bisa lebih lama untuk melaporkannya.

Gejala cedera gegar otak termasuk sakit kepala, pusing, sensitivitas terhadap cahaya dan mual.

Menurut data Pentagon, sejak 2000, sekitar 408.000 anggota layanan telah didiagnosa dengan cedera otak traumatis.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini