nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Bocah di Cirebon yang Koma Usai Dipatuk Ular Berbisa

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 21:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 12 525 2167576 kronologi-bocah-di-cirebon-yang-koma-usai-dipatuk-ular-berbisa-ZtblBryORj.jpg Ilustrasi Rumah Sakit (foto: Shutterstock)

CIREBON - Nasib nahas harus dialami oleh bocah berinisial A (4) asal Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Bocah itu harus menjalani perawatan intensif di RSD Gunung Jati setelah dipatuk ular berbisa berjenis weling pada Sabtu 8 Februari 2020 lalu.

Ibu korban bernama Rusmiyati mengaku saat ini kondisi anaknya masih kritis. Dirinya dan suaminya Mukim awalnya sempat tidak menyadari, kalau luka di bagian tumit kaki anaknya disebabkan oleh gigitan ular berbisa.

Baca Juga: Digigit Ular Berbisa, Sel Darah Balita di Cirebon Menurun  

Diceritakannya, peristiwa nahas itu terjadi ketika anaknya sedang tertidur pulas. Rusmiyati dibuat kaget, saat melihat seekor ular sudah berada di atas tempat tidur anaknya. Karena panik, ular weling itu kemudian langsung dibunuh oleh suaminya.

"Saya bangun karena anak menangis. Saya kaget, terus langsung membangunkan suami. Karena panik ular itu langsung dibunuh, " kata Rusmiyati kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Rusmiyati menerangkan, setelah membunuh ular weling tersebut, kemudian ia dan sang suami langsung membawa anaknya ke rumah neneknya. Sesampainya di sana, A sudah tidak bisa diajak bicara. Bahkan pernapasannya juga sudah tidak normal.

Sebelum dibawa ke RSD Gunung Jati, menurut Rusmiyati pihak keluarga sempat berupaya agar bisa ular weling itu tidak menjalar ke seluruh tubuh anaknya. Mereka menyedot racun dari luka gigitan dan mengikatkan kain di kaki anaknya, berharap racun ular itu tidak menyebar.

"Kami awalnya tidak menyadari. Pas dilihat, ada bekas gigitan di tumitnya. Kami sempat menyedot dan mengikatkan kain supaya bisanya tidak menyebar, " tambahnya.

Rusmiyati dan suaminya masih bingung untuk membayar biaya pengobatan anaknya. Ia memohon agar Pemda Kabupaten Cirebon turun tangan untuk ikut membantu membiayai perawatan anaknya. Sebab diakui Rusmiyati, ia dan suaminya tidak memiliki BPJS.

Kini Rusmiyati dan suaminya berharap agar anaknya segera pulih. Rusmiyati masih khawatir dengan kondisi anaknya. Mengingat sampai saat ini anti-bisa untuk menangkal racun di dalam tubuh anaknya belum didapatkan.

"Tidak punya BPJS. Hanya pakai SKTM. Semoga anak saya segera pulih, " ujarnya.

Penangkal Racun untuk Bisa Ular Weling Belum Ditemukan

Wadir RSD Gunung Jati dr Maria memaparkan, bisa ular weling yang menggigit balita malang itu menyerang sistem saraf dan sel darah. Sehingga mengakibatkan korban mengalami gagal nafas dan jumlah trombosit dalam tubuhnya berkurang.

Kondisi korban kata dia, belum menunjukan perkembangan yang signifikan. Korban sebelumnya sempat diberikan serum anti-bisa sebanyak 10 vial. Namun anti-bisa itu tidak bereaksi apa-apa.

Lanjut Maria, diperlukan anti-serum khusus yang cocok untuk bisa ular weling yang menggigit balita malang itu. Saat ini, di RSD Gunung Jati hanya menyediakan anti-bisa untuk jenis bisa ular welang saja.

"Kita sudah masukan 10 vial anti-bisa ke tubuh korban. Tapi tidak bisa. Karena anti-bisa itu untuk bisa ular welang. Ini ular weling Cirebon. Bisa ular ini menyerang sistem saraf dan sel darah. Jumlah trombositnya berkurang, " kata Maria kepada Okezone.

Pihak RSD Gunung Jati sendiri sampai-sampai harus bekerjasama dengan seorang dokter WHO dari Kemenkes RI, yakni dr Tri Maharani untuk menangani korban.

Diakui Maria, saat ini dr Tri tengah berkonsultasi dengan ahli medis di Thailand dan Australia agar bisa mendapatkan anti-bisa ular weling.

Baca Juga: Bocah 5 Tahun di Cirebon Koma Usai Digigit Ular Berbisa 

Masih disampaikannya, ular berbisa yang mematuk balita malang itu berjenis ular weling baru atau Bungarus candidus. Sampai saat ini, anti-bisa atau anti-venom (penangkal racun) dari ular weling ini belum bisa didapatkan di Indonesia.

"Masih belum ada perkembangan signifikan. Jenis ularnya sudah teridentifikasi. Jenis ular Bungarus candidus Cirebon, atau jenis ular weling baru, " ucap Maria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini