nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diisolasi di RSUD Bengkulu, Kondisi Pasien Asal Guangzhou China Membaik

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 15:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 13 340 2167892 diisolasi-di-rsud-bengkulu-kondisi-pasien-asal-guangzhou-china-membaik-FdPOk2vNOq.jpg RSUD M Yunus Bengkulu. (Foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU – Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) RSUD M Yunus Bengkulu, Afif Rahman, mengatakan pasien asal Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, China, yang diobservasi di salah satu ruang isolasi di sana tidak mengalami infeksi saluran pernapasan bagian bawah.

Ia menerangkan, saat ini kondisi suhu badan pasien sudah normal yakni 36 derajat Celsius. Di mana ketika masuk rumah sakit pada Rabu 12 Februari 2020 sore, suhu badan pasien mencapai 38 derajat Celsius.

Baca juga: Pulang dari Guangzhou Mengeluh Demam dan Sakit Tenggorokan, WNA Ini Langsung Diisolasi 

Selain itu, jelas Afif, ketika masuk rumah sakit, pasien sempat mengeluhkan sakit demam dan nyeri tenggorkan. Namun untuk hari ini keluhan tersebut sudah membaik. Tim medis telah melakukan terapi sesuai SOP dengan memberikan obat penurun panas.

Meski demikian, lanjut dia, pasien tetap dilakukan observasi di salah satu ruang isolasi hingga kondisinya benar-benar baik.

''Tidak ada gambaran infeksi saluran pernapasan bagian bawah. Nyeri tenggorokan yang dikeluhkan pasien sudah berkurang. Kita tetap lakukan observasi sampai pasien membaik,'' kata Afif saat konfrensi pers di Aula RSUD M Yunus Bengkulu, Kamis (13/2/2020) siang.

Baca juga: Negatif Virus Korona, Pasien RSUD Bengkulu Diperbolehkan Pulang 

Sementara Wakil Direktur Pelayanan Umum dan Medik RSUD M Yunus Bengkulu, Ismir Fahri, mengatakan pasien telah dirontgen.

Dari hasil rontgen tersebut pasien berjenis kelamin laki-laki berinisial W itu tidak mengalami infeksi saluran pernapasan bagian bawah. Pasien hanya mengalami sakit faringitis (pharyngitis) akut.

Selain itu, jelas Ismir, dari pemeriksaan sampel darah rutin dan kimia darah pasien normal. Secara terori masa inkubasi pasien sudah lewat. Di mana pasien mengeluhkan sakit demam dan nyeri tenggorokan setelah berada di Kota Bengkulu selama 16 hari.

Namun, kata Ismir, lantaran pasien berasal dari salah satu daerah yang terjangkit virus korona, maka pasien tetap dilakukan observasi di salah satu ruang isolasi di rumah sakit.

Baca juga: Tunggu Hasil Swap Tenggorokan, Kondisi Pasien Suspect Korona di Bengkulu Membaik 

''Sampel darah rutin dan kimia pasien normal. Suhu badan pasien sudah normal sekarang 36 derajat Celsius,'' terangnya.

Status pasien, lanjut Ismir, masih diobservasi di ruang isolasi dan tidak masuk kategori suspect virus korona. Di mana untuk kategori suspect mesti memenuhi tiga kriteria.

Masing-masing adalah berasal dari daerah endemik virus korona, demam, dan mengalami infeksi saluran pernapasan bagian bawah. Meskipun tidak masuk kategori suspect, tim medis rumah sakit melakukan prosedur tertinggi dengan mengobservasi pasien.

Baca juga: Diisolasi 3 Hari, Pasien Suspect Virus Korona di RSUD M Yunus Bengkulu Mulai Membaik 

Prinsip isolasi terhadap pasien, sambung Ismir, sampai dengan kondisi pasien membaik. Jika dinyatakan baik maka pasien diperbolehkan pulang.

''Kareritik pasien tidak ada masuk kriteria suspect virus korona, namun tetap diobservasi,'' terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini