nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berbagai Jenis Ikan Mati Keracunan Limbah di Kulonprogo

krjogja.com, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 13 510 2167937 berbagai-jenis-ikan-mati-keracunan-limbah-di-kulonprogo-1bfNtnpGn6.JPG Beragam jenis ikan mati di sungai akibat tercemar limbah (Foto: KRjogja)

KULONPROGO – Berbagai jenis ikan dilaporkan mati diduga akibat keracunan limbah penjernih air Poly Aluminium Chloride (PAC) di sepanjang Sungai Pedukuhan Sermo Lor, Kelurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, DIY, pada Rabu 12 Februari 2020 pagi.

Seperti diwartakan KRjogja, Kamis (13/2/2020), aliran air sepanjang sungai terlihat berwarna putih seperti susu. Beragam jenis ikan seperti wader, nila, malem, sidat dan jenis ikan lokal lainnya banyak ditemukan menggelepar di pinggiran sungai.

“Saya ke lokasi untuk membuktikan informasi dari teman yang hendak mancing. Ternyata benar, banyak menemukan ikan mati yang tidak diketahui pasti penyebab kematiannya,” ujar anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Waduk Sermo, Sugeng Riyanto.

Pihaknya lantas menginformasikan ke SAR Linmas Waduk Sermo dan petugas Babinkamtib Kalurahan Hargowilis. Di sepanjang sungai, anggota masyarakat mengumpulkan ikan untuk dikonsumsi.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirto Binangun, Jumantoro mengakui terjadi kebocoran di salah satu bak PAC di IPA Unit Sermo. Air bocoran mengalir ke saluran pembuangan hingga mengalir ke sungai. Menurutnya, PAC bermanfaat sebagai penjernih air sejenis tawas.

Kematian ikan lebih banyak disebabkan air tidak mengalir. Menuruntya, telah dilakukan perbaikan di bak PAC yang bocor sehingga tidak ada lagi aliran ke sungai. “PDAM meminta maaf kepada masyarakat karena kebocoran sampai airnya masuk ke sungai. Kebocoran segera diperbaiki dan untuk menetralisir air waduk sudah dialirkan,” ucap Jumantoro.

Senada, Koordinator Lapangan Pengelola Waduk Sermo, Novika Prabowo menyebut, persediaan air waduk dialirkan dengan volume sekitar 300 liter perdetik. Pengaliran air tersebut untuk suplisi kebutuhan pengairan pertanian sebanyak 2.700 liter perdetik di Bendung Pengasih.

Dia menegaskan, mengalirkan air waduk tidak ada hubungan dengan kematian ikan di bawah pelimpah Waduk Sermo.

“Sebagian air waduk perlu dialirkan karena kebutuhan volume air di Bendung Pengasih hanya sekitar 1.600 liter per detik,” kata Novika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini