nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Koma 5 Hari, Balita yang Dipatuk Ular Weling di Cirebon Meninggal Dunia

Fathnur Rohman, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 11:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 13 525 2167734 setelah-koma-5-hari-balita-yang-dipatuk-ular-weling-di-cirebon-meninggal-dunia-i9mtdQ2BCB.png (Foto: Okezone.com/Fathnur Rohman)

CIREBON - A (4), bocah asal Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang digigit ular berbisa pada Sabtu 8 Februari 2020, meninggal dunia pada Rabu 12 Februari 2020 malam. Balita malang itu sebelumnya mengalami koma dan harus menjalani perawatan intensif di RSD Gunung Jati.

Ayah korban, Mukmin mengatakan, anaknya mengembuskan napas terakhir di ruang PICU RSD Gunung Jati sekira pukul 20.30 WIB. Mukmin dan pihak keluarga langsung membawa jenazah korban ke rumah duka.

"Benar, anak saya meninggal sekitar jam setengah sembilan malam mas. Kami langsung membawanya ke rumah duka, " kata Mukmin saat berbincang dengan Okezone di kediamannya, di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020).

Kondisi anaknya semakin memburuk pada Rabu sore. Mukmin menyebut anaknya sudah koma selama lima hari. Awalnya ia dan pihak keluarga sempat tidak menyadari kalau luka di bagian tumit kaki anaknya disebabkan gigitan ular berbisa.

Peristiwa nahas itu terjadi ketika anaknya sedang tertidur pulas. Mukmin dibuat kaget saat melihat seekor ular sudah berada di atas tempat tidur anaknya. Karena panik, ular weling itu kemudian langsung dibunuhnya.

Baca juga: Berkeliaran di Perumahan dan Kampus, Ular Korba hingga Viper Hijau Ditangkap

"Saya bangun karena anak menangis. Saya kaget, karena panik ular itu langsung dibunuh, " ucapnya.

Setelah membunuh ular tersebut, ia membawa anaknya ke rumah neneknya. Sesampainya di sana, A sudah tidak bisa diajak bicara. Bahkan pernapasannya juga sudah tidak normal.

Sebelum dibawa ke RSD Gunung Jati, pihak keluarga sempat berupaya agar bisa ular weling itu tidak menjalar ke seluruh tubuh anaknya. Mereka menyedot racun dari luka gigitan dan mengikatkan kain di kaki anaknya.

"Anak saya masih lucu-lucunya mas. Keluarga sangat terpukul sekali,” ucapnya.

Sementara itu, Wadir RSD Gunung Jati dr Maria memaparkan, bisa ular weling yang menggigit balita malang itu menyerang sistem saraf dan sel darah. Akibatnya korban mengalami gagal napas dan jumlah trombosit dalam tubuhnya berkurang.

Korban sebelumnya sempat diberikan serum antibisa sebanyak 10 vial. Namun antibisa itu tidak bereaksi apa-apa.

Lanjut Maria, diperlukan antiserum khusus yang cocok untuk bisa ular weling. Saat ini, RSD Gunung Jati hanya menyediakan antibisa untuk bisa ular jenis welang saja.

"Kita sudah masukan 10 vial antibisa ke tubuh korban. Tapi tidak bisa. Karena antibisa itu untuk bisa ular welang. Ini ular weling Cirebon. Bisa ular ini menyerang sistem saraf dan sel darah. Jumlah trombositnya berkurang, " ungkapnya.

Ular berbisa yang mematuk balita malang itu berjenis ular weling baru atau bungarus candidus. Sampai saat ini, antibisa atau antivenom (penangkal racun) dari ular weling ini belum bisa didapatkan di Indonesia.

"Masih belum ada perkembangan signifikan. Jenis ularnya sudah teridentifikasi. Jenis ular bungarus candidus Cirebon, atau jenis ular weling baru, " ucap Maria.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini