nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah 25 Tahun, Pembunuh Bocah 6 Tahun Tertangkap

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 13:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 19 18 2170802 setelah-25-tahun-pembunuh-bocah-6-tahun-tertangkap-tvTj01H9gH.jpg Ilustrasi. (Foto/Shutter Stock)

CAMBRIDGE – Seorang pria di Inggris ditangkap terkait kasus pembunuhan bocah berusia 6 tahun yang terjadi 25 tahun lalu.

Korban itu bernama Little Rikki Neave. Ia tidak pernah sampai di sekolah pada 28 November 1994, di Peterborough.

Jasadnya ditemukan dalam keadaan telanjang pada keesokan harinya. Polisi mengatakan pada saat itu, lokasi penemuan jasanya berjarak lima 5 menit dengan jalan kaki dari dari rumahnya.

Pria yang ditangkap pada Senin 17 Februari 2020 adalah James Watson, seorang pria berusia 38 tahun. Watson berusia 13 tahun pada saat pembunuhan.

“Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan semua bukti yang disajikan kepada kami oleh Cambridgeshire Constabulary sebagai hasil dari peninjauan kasus dan investigasi yang panjang dan kompleks, ”kata Kepala Penuntut Mahkota Chris Long, menurut Cambs Times mengutip Fox News, rabu (19/2/2020).

Ibu Rikki, Ruth Neave sebelumnya diadili atas pembunuhannya pada tahun 1996, tetapi dia kemudian dibebaskan dari kasus pembunuhan itu, namun dinyatakan bersalah atas pengabaian anak dan dipenjara selama tujuh tahun.

Sebelumnya, surat kabar melaporkan bahwa penyelidikan pembunuhan Rikki dibuka kembali pada tahun 2015 setelah orang-orang datang untuk melaporkan melihat Rikki dengan dua anak laki-laki remaja.

Watson pertama kali ditangkap karena pembunuhan Rikki pada tahun 2016, tetapi kemudian melarikan diri tanpa paspor ke Portugal saat keluar dengan jaminan.

Dia mengejek polisi dengan foto-foto yang menunjukkan dia sedang minum, berjemur bahkan berpose telanjang, Daily Telegraph melaporkan pada saat itu.

Akhirnya, ia ditangkap dan diekstradisi kembali ke Inggris. Namun ia dibebaskan, karena jaksa mengatakan pada 2018 bahwa ada "bukti belum cukup" untuk menuntutnya, menurut laporan.

Ruth Neave mengisahkan kepada Cambs Times pada tahun 2017 tentang kematian putranya.

"Sangat memalukan untuk percaya bahwa polisi begitu dekat menemukan pembunuh anak saya, tetapi setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan, semakin sulit percaya bahwa pembunuhnya akan ditemukan dan dibawa ke pengadilan," kata dia.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini