Rahasia Nurul Raih Gelar Sarjana Kedokteran Berpredikat Cum Laude di Usia 19 Tahun

Edi Hidayat, Okezone · Rabu 19 Februari 2020 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 65 2170922 rahasia-nurul-raih-gelar-sarjana-kedokteran-berpredikat-cum-laude-di-usia-19-tahun-7PEi9LMqGD.jpg Nurul Gusti Khatimah (Foto: Dok Pribadi)

JAKARTA - Nurul Gusti Khatimah, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berhasil menyelesaikan studinya sangat memuaskan. Mahasiswi angkatan 2016 berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran (S.Ked) di FKUI pada usia 19 tahun 5 bulan. Tidak tanggung-tanggung, dia juga berhasil lulus dengan predikat cum laude IPK 3,55.

Atas prestasinya itu pula, nama mahasiswa yang akrab disapa Nurul ini kembali disebutkan sebagai salah satu penerima tumpeng pada perayaan Dies Natalis ke-70 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang berlangsung hari Rabu, 12 Februari 2020 di Aula IMERI FKUI, Salemba, Jakarta.

Nurul lahir di Tangerang, Banten, pada tanggal 7 Agustus tahun 2000. Masuk sebagai mahasiswa baru di FKUI lewat jalur SNMPTN pada tahun 2016 setelah sebelumnya berhasil menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di SMA Negeri 2 Tangerang Selatan.

“Menjadi dokter memang cita-cita saya sejak kecil. Alhamdulillah sekali saya dapat diterima di FKUI dan sekarang telah menyelesaikan pendidikan S.Ked,” ucap Nurul seperti dikutip dari laman UI, Rabu (19/2/2020).

Nurul

Baca Juga: Dalam Dua Tahun, Mahasiswa Bisa Raih Gelar Sarjana di Inggris

Nurul mengakui bahwa perjalanannya untuk bisa mewujudkan mimpi menjadi seorang dokter bukanlah perjalanan yang mudah. Banyak suka duka yang telah Dia lalui hingga akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokterannya.

“Wisuda S.Ked ini bisa dibilang baru setengah jalan dari upaya saya meraih cita-cita menjadi seorang dokter. Selanjutnya saya akan memasuki dunia klinik dimana tingkat kesulitan dan bobot perkuliahannya akan lebih berat lagi. Semoga saya bisa melaluinya,” ujar Nurul.

Untuk bisa menjalani pendidikan di FKUI dengan baik, Nurul berpendapat bahwa sangat penting bagi seorang mahasiswa kedokteran mengetahui tipe atau gaya belajarnya masing-masing.

“Tipe belajar ada visual, auditorik, menulis, dan kinetik. Tiap orang berbeda-beda tipe belajarnya lebih dominan yang mana, tapi untuk saya, saya lebih ke menulis dan auditorik. Selain itu, untuk belajar, materi yang saya baca bisa dari textbook atau jurnal atau dari internet yang sumbernya terpercaya baik berbentuk bacaan atau video,” jelasnya.

Kebiasaan inilah yang membuat Nurul selalu menandai tanggal ujian di kalender, lalu memperkirakan kapan Dia mulai mencatat materi, dan kapan akan membaca kembali catatan tersebut.

Sama seperti saat di SMA, lanjutnya, Nurul biasanya mempelajari dulu bab yang akan dibahas esok harinya sambil mencatat di rumah. "Lalu saat di kelas saya bertanya kalau ada yang tidak saya pahami, dan setelah kelas biasanya ada hal yang saya tambahkan di catatan saya dan latihan soal," ujar Nurul.

Dengan demikian, kalau sudah dekat hari ujian, Nurul biasanya mengumpulkan catatan dan me-review kembali materinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini