nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepsek di India Tertangkap Basah Ajari Siswa Mencontek, Polisi Gelar Penyelidikan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 16:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 20 18 2171563 kepsek-di-india-tertangkap-basah-ajari-siswa-mencontek-polisi-gelar-penyelidikan-r8KqdkFkrf.jpg Ilustrasi. (Foto: Getty Images)

LUCKNOW - Seorang kepala sekolah di Negara Bagian India, Uttar Pradesh, tertangkap basah memberikan tip dan trik kepada siswanya untuk menyontek dalam ujian menentukan karier yang akan dilangsungkan.

Polisi negara bagian melakukan penyelidikan dan menahan seorang kepala sekoah setelah sebuah video viral di media sosial.

Segera setelah sebuah video menjadi viral di media sosial, polisi negara bagian meluncurkan penyelidikan tentang masalah ini dan menahan manajer.

Dalam video yang direkam secara diam-diam tersebut, Praveen Mall, kepala sekolah dari sebuah sekolah terlihat meminta siswa untuk mencontek tanpa takut tertangkap dan menjaga disiplin jika tertangkap.

“Jangan tinggalkan jawaban. Masukkan saja uang kertas INR100 (sekira Rp19.000) di lembar jawaban... para guru akan memberi Anda tanda lulus secara tanpa melihat lagi. Bahkan jika Anda memberikan jawaban yang salah untuk sebuah pertanyaan, yaitu untuk empat nilai, mereka akan memberi Anda tiga nilai," kata Mall dalam video itu sebagaimana dilansir Sputnik, Kamis (20/2/2020).

Kepala sekolah itu meminta siswa untuk membuat sekolah bangga dengan lulus dengan nilai yang baik dan berkata: "Bahkan jika chit (sontekan) Anda ketahuan, pertahankan disiplin. Jika invigilator menampar Anda, katakan padanya untuk menampar Anda lebih banyak. Minta dia".

Klip video telah menyebabkan orang mengajukan pertanyaan tentang sistem pendidikan India dan langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi situasi tersebut. Warganet juga mengecam Mall karena memberikan tip untuk curang bukannya mengajar para siswa.

Sebuah tindakan keras yang dilakukan Pemerintah India pada 2019 menyebabkan lebih dari 1 juta 6,6 juta siswa yang mengikuti ujian tahunan tidak berhasil lulus.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini