nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Endang Tega Bunuh Suaminya Sendiri demi Hidup Bersama Selingkuhan

Sindonews, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 03:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 20 340 2171189 endang-tega-bunuh-suaminya-sendiri-demi-hidup-bersama-selingkuhan-1ghEw8MPyP.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

LAMPUNG - Seorang wanita paruh baya, warga Desa Halangan Ratu, Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran, Lampung tega membunuh suaminya sendiri Agus (42). Pelaku bernama Endang (33) itu dalam melancarkan aksinya turut dibantu oleh selingkuhannya, Dedi (33) yang merupakan tetangga korban.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edi Purnomo mengungkapkan, pembunuhan terhadap Agus dilakukan di Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

“Sang istri tega membunuh suaminya sendiri lantaran Endang sering dibentak oleh Agus. Korban dihabisi dengan dipukul benda keras di kebun belakang pabrik roti di Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Lampung Selatan,” ujar Edi, melansir laman Sindonews, Rabu, 19 Februari 2020.

Edi menjelaskan, pelaku sudah merencanakan pembunuhan terhadap suaminya itu sejak dua bulan lalu. Kasus ini sontak membuat geger warga sekitar. Pasalnya, jasad korban ditemukan bersimbah darah di sekitar pabrik roti di Desa Haduyang, Natar, Lampung Selatan.

Setelah diselidiki polisi, motif sang istri sehingga tega menghabisi nyawa suaminya sendiri dilatari persoalan keluarga. Sebelum menghabisi nyawa Agus, lanjut Kapolres, Endang telah menyusun rencana dengan menyuruh Dedi untuk mengadukan kepada Agus bahwa dirinya berselingkuh dengan seorang pria berinisial K.

Dedi pun mengajak Agus menemui K untuk memberi pelajaran. Dedi memberitahu Agus bahwa dirinya sudah menghubungi K untuk janjian bertemu di Desa Haduyang, Kecamatan Natar. Sesampainya di lokasi dekat Pabrik Roti Haduyang mereka berdua yang mengenakan sepeda motor masing-masing berhenti.

Saat itu korban Agus sedang buang air kecil. Saat lengah itulah, dari belakang Dedi memukul Agus secara membabi buta hingga tersungkur. Korban kemudian dihajar dengan menggunakan shock breaker sepeda hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kini kedua tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Lampung Selatan. Keduanya dijerat dengan Pasal 340 KUHP junto Pasal 338 junto Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup,” pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini