nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Penembakan di Jerman yang Menewaskan 10 Orang

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 11:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 21 18 2171962 fakta-fakta-penembakan-di-jerman-yang-menewaskan-10-orang-W5kjcviNTQ.jpg Polisi siaga di lokasi penembakan di Hanau, Jerman. (Foto/Bild)

HANAU - Penembakan di Hanau, Jerman terjadi pada Rabu 19 Februari di dua lokasi yang berbeda, menewaskan 10 orang termasuk pelaku.

Jasad pelaku ditemukan pada Kamis 20 Feberuari di rumahnya, ditemukan juga mayat lainnya di lokasi yang sama.

Pejabat keamanan Jerman menyebut penembakan merupakan aksi terorisme yang dilakukan oleh ekstremisme kanan.

Berikut fakta-fakta penembakan di Hanau yang dilansir dari berbagai sumber:

Bar Sisha

Penembakan terjadi sekitar jam 10 malam di dua bar shisa, menurut media lokal.

Dalam insiden pertama, seorang tersangka menembaki bar di pusat kota Hanau, menewaskan tiga orang, situs web Deutsche Welle melaporkan. Tersangka kemudian diduga pergi ke lingkungan Kesselstadt dan melepaskan tembakan di tempat kedua, menewaskan lima orang.

Pelaku menembak Ibunya

Laporan kepolisian menyebutkan nama pelaku diketahui Tobias R. Ia ditemukan dalam keadaan tewas di rumahnya, bersama ibunya yang berusia 72 tahun.

Pelaku diduga menembak ibunya lebih dulu, sebelum kemudian menembak dirinya sendiri.

Rasis

Menteri Dalam Negeri negara bagian Hessen Peter Beuth mengatakan, aparat keamanan saat ini beranggapan bahwa serangan teror itu bermotif ekstrem kanan.

Pelaku memang meninggalkan surat yang diunggah ke internet sebelum aksi penembakan itu.

Dalam dokumen setebal 24 halaman itu, pelaku yang disebut bernama Tobias R., menggambarkan perjalanan hidup dan keyakinan ideologisnya.

Tulisan bernada rasistis itu menyebutkan, pelaku sejak kecilnya sudah melihat"masalah dengan perilaku beberapa beberapa kelompok etnis". Dia juga menyebutkan bahwa Islam adalah sesuatu yang "destruktif".

Korban para pendatang

Menurut polisi, si tersangka membunuh dirinya sendiri. Tabloid Bild melaporkan ia adalah seorang warga Jerman yang punya izin kepemilikan senjata.

Amunisi serta magasin peluru ditemukan di mobilnya.

Lokasi penembakan merupakan tempat berkumpul orang untuk menikmati Sisha. Pada saat kejadian, kebanyakan pengunjungnya adalah etnik Kurdi, yang merupakan pendatang di Hanau.

Rasisme dan Kebencian adalah Racun

Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut aksi penembakan di Hanau, yang menewaskan 10 orang, termasuk pelaku berlatar belatang rasisme dan ekstrem kanan.

"Rasisme adalah racun. Kebencian adalah racun," kata Merkel menyitir Deutsche Welle (DW), Jumat (21/2/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini