Bupati Aceh Barat Bantah Lakukan Pemukulan, Ini Kronologinya

Windy Phagta, Okezone · Jum'at 21 Februari 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 340 2172345 bupati-aceh-barat-bantah-lakukan-pemukulan-ini-kronologinya-f0DJUn40xY.jpg Ilustrasi Pemukulan (Foto: Okezone)

BANDA ACEH - Bupati Aceh Barat Ramli MS, membantah telah melakukan pemukulan terhadap rekannya, Zahidin. Dugaan pemukulan itu terekam kamera video yang telah viral di media sosial.

Setelah Ramli dilaporkan Zahidin ke polisi dengan tuduhan penganiayaan, ia pun kini melaporkan balik Zahidin dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Ramli mengatakan awalnya keributan itu diduga masalah utang piutang. Namun setelah diteliti, Ramli mengaku permasalahan utang piutang tersebut tidak ada kaitan dengannya.

Sejak kedatangan Zahidin Cs ke tempatnya, Ramli mengaku suasana terasa tegang. Namun Zahidin cs, tetap memintanya untuk membayar utang, hingga Ramli pun merasa diperas.

"Masalah penagihan (uang) dan ditunjukkan kepada saya. Saya suruh untuk menghadap Sekda. Saya juga suruh mereka buka surat yang mereka bawa, setelah dilihat tidak ada sangkut pautnya sama saya. Yang ambil uang orang lain, semua orang lain," ujar Ramli, Jumat (21/2/2020).

Pukul

Baca Juga: Diduga Gegara Utang, Bupati Aceh Barat Adu Jotos dengan Rekannya

Ramli membantah telah melakukan pemukulan tehadap Zahidin. Menurut Ramli, ia hanya mendorong.

"Kemudian dia (Zahidin) bangun dengan tangan yang menunjukkan sudah siap dengan kuda-kuda. Jadi saya doronglah tangannya, kalau tidak saya dorong tangannya akan mengenai saya, pasti kena saya. Habis itu saya tinggal," kata Ramli.

Ramli menduga aksi yang dilakukan Zahidin cs merupakan jebakan. Sebab, keributan yang terjadi menjadi viral di media sosial yang diduga untuk mempermalukannya. Ramli telah memerintahkan kabag hukum pemerintah Aceh Barat, untuk melaporkan balik penyebar video keribuatan tersebut.

"Video yang beredar sudah saya suruh laporkan, tentang pencemaran nama baik saya atau UU ITE. Karena saya merasa sudah tidak nyaman. Sudah dilaporkan ke Polisi, kemarin dilaporkan," ujarnya.

Ramli kini menyerahkan kasus tersebut ditangani bagian hukum pemerintahan Aceh Barat.

"Saya kira mereka datang untuk membahas tentang majelis taklim, karena ada Aziz (Supir PUPR) itu yang saya kenal. Karena menyangkut masalah hukum saya serahkan kepada kabag hukum," jelas.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini