Main HP yang Sedang Dicas, Remaja Tersambar Petir

Agregasi Harian Jogja, · Jum'at 21 Februari 2020 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 510 2172108 main-hp-yang-sedang-dicas-remaja-tersambar-petir-fLwmtiyv9f.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

BANTUL – Seorang pelajar mengalami luka bakar di bagian tubuh. Ia diduga tersambar petir saat main handphone yang sedang  dicas di rumah kakeknya, Dusun Singosaren, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, pada Kamis 20 Februari 2020 malam.

Akibat luka yang dideritanya, korban FA (18) saat ini dirawat intensif di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

"Lukane tangan, muka do medal getih. Dadane gosong, rambute kobong, [lukanya di bagian tangan keluar darah. Dadanya gosong, rambutnya terbakar]," ujar nenek korban, Sariyem (59), saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/2/2020).

Sariyem mengatakan, saat kejadian cucunya sedang main handphone sambil dicas. Korban juga memakai headset yang tersambung ke handphone (HP). Saat itu, hujan lebat disertai petir mengguyur lokasi sekitar.

Sariyem mengaku tak meyaksikan langsung saat cucunya tersambar petir karena sedang mengaji di masjid dekat rumahnya. Usai pengajian, Sariyem kaget melihat kondisi rumah gelap dan mencium bau benda terbakar.

Ia kemudian memanggil-manggil cucunya. Namun, tidak ada jawaban.

Zamhari, kakek korban menunjukan gawai dan headset milik cucu yang rusak tersambar petir. (Harian Jogja/Ujang Hasanudin)

Sariyem kemudian masuk kamar dan mendapati HP pecah, kasur bekas terbakar, dan serpihan headset berserakan di lantai dan kondisi stop kontak juga terbakar. Selain itu tiang beton rumah kamar juga pecah. Banyak bercak darah di kasur.

"Iki keneng opo? [ini terkena apa] " ucapnya.

Sariyem panik kemudian mencari keluar rumah dan memanggil-manggil FA. Ia baru menemukan cucunya tersebut di depan rumah anaknya atau paman FA bernama Aris yang tak jauh dari rumah Sariyem. Korban sedang diobati Aris.

Kakek korban, Zamhari (59), menambahkan setelah kejadian itu cucunya langsung keluar menuju rumah Aris dan heran karena badannya penuh luka.

"Tapi kondisi sadar," ujar Zamhari.

Mengetahui lukanya cukup banyak, korban dibawa ke RSUD Panembahan Senopati. Ia mengatakan, cucunya yang berasal dari Kebonagung Imogiri itu selama ini memang tinggal bersamanya di Singosaren. Cucunya yang masih kelas III SMA itu sejauh yang dia ketahui hampir setiap malam main HP.

"Tiap hari kalau sedang di rumah pasti main HP, " kata Zamhari.

Ia belum mengetahui perkembangan kondisi cucunya. Namun, ia mendapat kabar dari anak-anaknya bahwa kondisi Farhan sadar dan hanya mengalami luka luar. Saat ini cucunya masih diobservasi di rumah sakit.

Pantauan Harian Jogja, kondisi rumah Zamhari dan Sariyem, tempat korban tersambar petir ramai dikunjungi warga untuk melihat kondisi rumah. Kamar yang ditempati korban masih banyak serpihan headset dan kabel. Stop kontak terbakar. Beberapa bagian kasur juga terbakar, bahkan tembok samping kasur juga sempal. Kondisi listrik rumah Zamhari masih mati.


Baca Juga : Petir Menyambar Musala Waduk Jatiluhur, 2 Orang Meninggal

Kapolsek Imogiri Kompol Anton Nugroho Wibowo menduga korban tersambar petir berdasarkan luka bakar di beberapa bagian tubuh. Kondisi HP dan headset yang digunakan korban juga pecah. Ia mengimbau masyarakat untuk waspada saat mengoperasikan HP pada waktu hujan disertai petir.

"Tolong jika musim hujan agar berhati-hati dalam menggunakan barang elektronik termasuk HP. Sebaiknya tidak dalam keadaan on atau hidup karena gelombang elektronik bisa jadi penghantar sambaran petir," tutur Anton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini